Kota PadangKesehatanSumatera Barat

Wawako Padang Targetkan Angka Stunting Turun

226
×

Wawako Padang Targetkan Angka Stunting Turun

Sebarkan artikel ini
Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Dan Rembuk Stunting Kota Padang
Wawako Ekos Albar saat Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting dan Rembuk Stunting Kota Padang, Kamis (22/6/2023). (f/prokopim)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Padang menargetkan jumlah anak yang mengalami stunting (gagal tumbuh) di Kota Padang dapat mengalami penurunan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Ekos Albar sewaktu membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Rembuk Stunting Kota Padang, di Ruang Abu Bakar Jaar Balaikota Padang, Aie Pacah, Kamis (22/6/2023).

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Wawako Ekos Albar mengatakan, per Juni 2023 jumlah anak yang mengalami stunting di Kota Padang sebanyak 1.049 anak. Angka ini menurun dibandingkan data per Maret 2023 lalu sebanyak 1.384 anak.

“Penurunan jumlah anak yang mengalami stunting di Kota Padang memiliki tren yang positif. Untuk itu kita targetkan dalam tiga bulan ke depan angka stunting di Kota Padang dapat turun dibawah seribu,” ucap Wawako.

Wawako Padang itu menambahkan, agar target penurunan angka stunting dibawah 1000 anak dapat tercapai perlu komitmen dan kerjasama para pemangku kepentingan di Kota Padang.

“Kota Padang adalah barometernya Provinsi Sumatera Barat. Untuk itu kami harapkan sekali dukungan dari para pemangku kepentingan di Kota Padang untuk bersama-sama menurunkan angka stunting di Kota Padang,” pungkas Wawako.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Sri Kurniati mengungkapkan, penurunan angka anak yang mengalami stunting di Kota Padang berkat validasi data, dan input data yang dilakukan oleh petugas melalui aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM).

“Berdasarkan data pada awal 2023, jumlah balita di Kota Padang sebanyak 55 ribu anak. Dari data tersebut sebanyak 2.488 anak dinyatakan stunting. Setelah kita lakukan pendataan kembali pada Maret lalu jumlah berkurang menjadi 1.384 anak,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala DP3AP2KB Kota Padang Eri Sendjaya mengatakan, tujuan diadakan Rakor TPPS dan Rembuk Stunting Kota Padang guna membahas masalah yang dihadapi oleh kecamatan dan menentukan solusi/intervensi dalam penanganannya dengan melibatkan OPD terkait.

“Selain itu, dalam Rakor ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam menangani masalah stunting dan berkomitmen untuk bekerja sama dalam melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan,” sebutnya.

(prokopim)

Kami Hadir di Google News