banner pemkab muba
Padang PanjangSumatera Barat

Sambangi Kominfo Padang Panjang, KPID Sumbar Sosialisasikan ASO

82
×

Sambangi Kominfo Padang Panjang, KPID Sumbar Sosialisasikan ASO

Sebarkan artikel ini
KPID Sumbar sambangi Kominfo Padang Panjang
KPID Sumbar sambangi Kominfo Padang Panjang. (f/kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id – Menyongsong ASO (analog switch off) yang akan efektif berlaku per 30 April untuk Kota Padang Panjang, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat mengunjungi Kominfo Padang Panjang, Selasa (22/3/2022).
Rombongan yang terdiri dari Andres, S.E, M.Si sebagai Koordinator Bidang PS2P dan Novriardi, Muhammad Syarif, S.Pd dari Sekretariat KPID diterima Kepala Dinas Kominfo, Drs. Ampera Salim, S.H, M.Si, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Maryulis Max, S. Sos, M.I.Kom dan Pranata Humas Ahli Muda, Yuliati Desi Putri, S.Pt.
Andres menyebutkan, kunjungan ini dalam rangka monitoring, evaluasi dan sosialisasi ASO. Dikatakannya, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran, pada Pasal 72 Angka 8 menyatakan bahwa migrasi penyiaran teresterial teknologi analog ke digital harus diselesaikan paling lambat dua tahun sejak diundangkan. Dengan begitu, maka migrasi TV analog ke digital itu paling lambat terjadi pada 2 November 2022.
“Kota Padang Panjang masuk sebagai daerah yang masuk zona Sumbar 1. Dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat, ada lima daerah yang tidak terdampak ASO ini. Yaitu Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Dharmasraya, Solok Selatan dan Kepulauan Mentawai,” ungkap Andres.
Untuk beralih ke TV digital, sebutnya, ada satu langkah mudah yang bisa masyarakat lakukan. Yaitu melakukan pengecekan televisi di rumah masing-masing. Kalau TV di rumah sudah Smart TV, cukup lakukan scanning ulang saja, maka otomatis siaran digital sudah bisa dinikmati. Bila pesawat televisi masih analog, perlu tambahan Set Top Box (STB).
“Dengan STB tersebut, masyarakat dapat menikmati tontonan yang bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya,” katanya.
Sementara itu, Ampera Salim menyebutkan, pihaknya akan mendukung upaya sosialisasi yang dilakukan KPID ini. Namun, sampai saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resminya dari pihak terkait.
“Sejauh ini kami baru mendengar kabar-kabar saja. langkah-langkah mewujudkan proses peralihan ke TV digital tersebut kami belum menerima infonya lebih lanjut,” ungkapnya.
(and/arb)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600