Sumatera Barat

Status Gunung Marapi Siaga, Begini Instruksi Gubernur Sumbar

201
×

Status Gunung Marapi Siaga, Begini Instruksi Gubernur Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Dalam Rapat Koordinasi Di Kantor Wali Nagari Batu Palano
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Nagari Batu Palano pada Rabu (10/1/2024).

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, telah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan koordinasi dengan semua pihak terkait guna mengkaji dengan lebih mendalam upaya mitigasi terhadap dampak letusan Gunung Marapi yang telah meningkat ke level III (siaga) sejak 9 Januari 2024.

“Dalam rapat malam tadi, saya mendapat laporan dari BPBD Sumbar terkait status Gunung Marapi yang sebelumnya di level II (waspada) naik menjadi level III (siaga). Saya langsung memerintahkan agar segera berkoordinasi untuk mematangkan langkah-langkah antisipatif terhadap potensi dampak yang mungkin terjadi,” ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Nagari Batu Palano pada Rabu, (10/1/2024).

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Pemerintah daerah di sekitar Gunung Marapi telah memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama yang berada dalam radius 4,5 kilometer dari puncak gunung, untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurut Mahyeldi, langkah tersebut sangat tepat untuk meminimalkan potensi risiko jika letusan besar terjadi.

“Meskipun kita tidak dapat memprediksi apakah letusan akan terjadi atau tidak, namun karena statusnya sudah siaga, langkah antisipatif harus segera diambil. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kepala daerah, seperti di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, patut diapresiasi,” tambahnya.

Gubernur juga telah memerintahkan Kepala BPBD Sumbar untuk meninjau kesiapan posko yang didirikan di daerah sekitar kaki dan pinggiran Gunung Marapi. Dia menekankan pentingnya koordinasi untuk memastikan bantuan yang bisa diberikan oleh provinsi.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy, bersama dengan Danrem 032/WB, telah mendirikan posko tanggap bencana letusan Gunung Marapi di Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Tujuannya untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipatif jika letusan besar terjadi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan naiknya status Gunung Marapi dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) pada 9 Januari 2024 pukul 18.00 WIB.

Tim Tanggap Darurat Erupsi Marapi, Kristianto, mendorong masyarakat untuk tidak berada dalam radius 4,5 kilometer dari kawah gunung karena potensi material vulkanik berukuran besar bisa mencapai daerah tersebut. Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan untuk menggunakan masker demi melindungi pernapasan dari dampak ISPA serta melindungi mata dan kulit. Perlindungan terhadap sumber air bersih juga dianggap penting.

Kami Hadir di Google News