Mjnews.id – Menjawab keresahan masyarakat soal sulitnya akses pendidikan tingkat atas, khususnya SMA, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis menerima audiensi para wali murid yang anak-anaknya belum mendapatkan sekolah pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Pertemuan yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (8/7/2025) tersebut, turut dihadiri Wakil Wali Kota, Allex Saputra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nasrul serta perwakilan wali murid dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wako Hendri mendengarkan langsung keluhan para orang tua yang anak-anaknya tak diterima di sekolah negeri di Padang Panjang, meski memiliki nilai akademik tinggi dan prestasi yang mumpuni.
“Anak-anak kami ini adalah putra-putri daerah, lahir dan besar di Padang Panjang. Tapi sekarang malah tidak mendapatkan tempat di sekolah negeri di kotanya sendiri. Ini menyakitkan,” kata Kheri Juska, salah seorang wali murid.
Kheri juga mengungkapkan kekecewaannya. Ia merasa tidak adil jika anak-anak dari luar daerah justru lebih banyak diterima dibanding putra daerah.
“Anak kami, putra dan putri daerah, tidak mendapatkan sekolah di Padang Panjang. Padahal kalau berbicara nilai, nilai anak kami tinggi, prestasi juga ada. Tapi kenapa tidak diterima,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar memperjuangkan keadilan bagi masyarakat lokal.
“Kami ingin anak-anak kami bisa merasakan pendidikan di kota sendiri. Jangan sampai hanya anak-anak dari luar saja yang mendapatkan fasilitas pendidikan di Padang Panjang,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wako Hendri menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan nasib pendidikan anak-anak Padang Panjang.
Hendri menyebut akan bersurat secara resmi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Barat untuk meminta penambahan rombongan belajar (rombel) khususnya di SMA N 1 dan SMA N 2, dua sekolah favorit yang kerap menjadi rebutan saat PPDB.
“Kami tidak tinggal diam. Saya akan bersurat ke Disdik Sumbar dan meminta agar diteruskan ke Kementerian Pendidikan. Kita butuh tambahan rombel, dan kita juga ingin ada afirmasi untuk anak-anak daerah,” tegasnya.












