Padang PanjangPendidikanSumatera Barat

Display Proyek, Ajang Santri Diniyyah Puteri Padang Panjang Tunjukkan Rancangan Kreatif

238
×

Display Proyek, Ajang Santri Diniyyah Puteri Padang Panjang Tunjukkan Rancangan Kreatif

Sebarkan artikel ini
Display Proyek Santri Diniyyah Puteri Padang Panjang
Display Proyek Santri Diniyyah Puteri Padang Panjang. (f/kominfo)

Mjnews.id – Berakhirnya tahun ajaran 2022/2023, Diniyyah Puteri menggelar Display Proyek sebagai bagian dari metode meningkatkan kreativitas santri, sekaligus hasil pembelajaran selama satu tahun ini, Sabtu (17/6/2023) di Aula Zainuddin Labay El Yunusy.

Display proyek diikuti santri dari Raudhatul Athfal (RA) sebanyak 325 proyek, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 132 proyek, Madrasah Tsanawiyah Diniyyah Menengah Pertama (MTsS DMP) 174 proyek, dan Madrasah Aliyah Swasta Kulliyatul Mu’allimat El Islamiyah (MAS KMI), 135 proyek. Keseluruhannya berjumlah 766 proyek.

Proyek ini dihasilkan dan dipresentasikan sesuai dengan tingkatan dan perkembangan santri. Para orang tua juga hadir menyaksikan kreativitas mereka. Di antaranya, Wali Kota H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano beserta dr. Dian Puspita Fadly, Sp.JP yang menyaksikan presentasi display proyek buah hatinya Asraf Faddian Amran.

Asraf yang duduk di bangku RA mempresentasikan tentang cara membangun dengan magnet geometri, menyusun hama besar, dan menyusun puzzle.

Adapun beberapa santri MI mempresentasikan hasil proyek Jam Dinding dari Bahan Bekas, Kolase Rumah Gadang, Kipas Angin Tenaga Panas, dan Maket Taman Bermain. Di samping itu, Santri MTsS DMP dan MAS KMI mempresentasikan proyek di bidang Sains dan Teknologi, Media Pembelajaran, Produk Makanan, Seni Kerajinan, Kuis dan Game, dan Literasi.

Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady menyampaikan, ketika pemerintah menerapkan Kurikulum Merdeka, Diniyyah Puteri telah memulai bagian-bagian proyek dan kegiatan tersebut sejak 2014 lalu melalui Kurikulum Quba.

Quba memiliki makna Al Qur’an dan Sunnah memimpin kerja otak (Brain), yang hasilnya terlihat dari sikap (Attitude). Kurikulum ini merupakan pengembangan dari Kurikulum 2013, dikombinasikan dengan kurikulum yang ada di Jepang dan Finlandia.

Kurikulum ini membimbing ke arah perkembangan manusia secara bertahap dari TK hingga Aliyah (SMA). “Tahapan taksonomi perkembangan pikiran manusia dimulai dari mengingat, memahami, mempraktekkan, dan menciptakan,” tuturnya.

(hrs/arb)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600