Mjnews.id – Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan meninggalkan warisan pembangunan yang berorientasi pada solusi jangka panjang. Salah satu proyek yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan lahan parkir di kawasan Kayutangan, yang bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Proyek ini merupakan bagian dari 11 program prioritas yang dicanangkan selama kepemimpinan Iwan. Sebagai seorang pemimpin yang mengedepankan inovasi, ia berfokus pada pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan keberadaan lahan parkir yang representatif, Kayutangan diharapkan semakin tertata dan nyaman bagi wisatawan maupun warga lokal.
Pembangunan lahan parkir Kayutangan sendiri telah melalui proses panjang sejak pertama kali dikaji pada 2019. Namun, di bawah kepemimpinan Iwan sejak September 2024, upaya percepatan dilakukan secara lebih intensif. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penetapan eks lahan Bank Syariah Mandiri seluas 1.334 meter persegi sebagai lokasi kantong parkir utama di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, sebelum proses pelunasan selesai pada akhir 2024, Pemkot Malang telah mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan untuk menggunakannya sebagai area parkir sementara guna mengantisipasi lonjakan wisatawan saat Natal dan Tahun Baru.
“Alhamdulillah, pada Selasa (11/2/2025), dengan dihadiri Forkopimda, proses tanda tangan pelepasan lahan telah dilakukan. Pembayaran juga sudah diselesaikan langsung oleh Bank Jatim kepada pemilik lahan. Kami berharap semua tahapan berjalan lancar demi kelancaran pengelolaan parkir di Kayutangan,” ujar Iwan, Jumat 14 Februari 2025.
Kini, proyek ini memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang ditangani oleh PT Skala Pilar Lima. Dalam perencanaannya, Iwan menekankan pentingnya menjaga nilai heritage kawasan Kayutangan, termasuk mempertahankan bangunan eksisting yang merupakan cagar budaya.
“Bangunan ini akan menjadi bagian dari kawasan wisata Kayutangan Heritage. Maka dalam penyusunan DED, aspek pelestarian cagar budaya, keamanan, hingga aksesibilitas pengunjung harus menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Iwan berharap agar gedung utama di lahan parkir tersebut dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung wisata, seperti pusat informasi dan toilet. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya menyelesaikan masalah parkir, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata Kayutangan.
Dengan dimulainya perencanaan teknis, pembangunan lahan parkir ini diharapkan dapat segera terealisasi dan membawa manfaat jangka panjang bagi tata kota Malang.
“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan pariwisata serta menjaga kelestarian kawasan heritage yang menjadi kebanggaan kita bersama,” pungkas Iwan.
(Rmn)












