Calon Wali Nagari harus siap dikritik
Ia bahkan memberi peringatan tegas, jika sejak awal calon tidak siap menghadapi kritik dan pengawasan, sebaiknya tidak perlu maju dalam kontestasi.
“Kalau mentalnya tidak siap diawasi, dikritik, dan dikoreksi, lebih baik mundur dari awal. Jangan jadikan jabatan sebagai alat kekuasaan tanpa kontrol,” katanya.
Terkait peluang Aparatur Sipil Negara (ASN) maju dalam Pilwanag, Bustami tidak mempersoalkan selama sesuai aturan. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan itu tidak menjadi celah masuknya kepentingan luar ke dalam nagari.
“Jangan sampai nagari dipimpin oleh ‘orang impor’ yang tidak punya keterikatan sosial dan emosional dengan masyarakat setempat,” ujarnya.
Di tengah dinamika Pilwanag yang kian menghangat, pesan Bustami menjadi pengingat, demokrasi di tingkat nagari tidak cukup berhenti di bilik suara tetapi harus terus hidup dalam bentuk pengawasan, kritik, dan keberanian warga menjaga arah pemerintahan.
(Sutan)












