Para mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan komunikasi dan membangun solidaritas masyarakat. Selain mempererat semangat kebersamaan, langkah ini juga bisa membuka ruang munculnya ide – ide pemberdayaan yang membantu masyarakat hidup lebih sejahtera.
“Silakan buka komunikasi dengan dengan anak – anak muda di daerah kalian. (Indentifikasi dimana) ada potensi (yang bisa dikembangkan). Kalau misalkan gak ada itu gak ada ini (ada keterbatasan) baru kita diskusikan. Jadi kalian bisa gali di daerahmu, atau nanti aku titipkan program,” kata Mensos Risma.
Mensos minta mahasiswa mengidentifikasi lebih cermat permasalahan sosial di daerah mereka. Misalnya bila terdapat pengangguran di kalangan muda, mahasiswa bisa mendalami kebutuhan dan potensi mereka. Bila terdapat lahan, maka bisa dikembangkan usaha ekonomi. Atau mereka berminat usaha bengkel, hal ini merupakan potensi yang bisa dikembangkan.
Mensos berharap, eksistensi BEM Nusantara yang tahun ini akan mengadakan Temu Nasional yang dihadiri oleh 500 perwakilan kampus di seluruh Indonesia, lebih berbeda dengan menorehkan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk bangsa ini.
Turut mendampingi Mensos Risma pada audiensi ini, Staf Khusus Menteri Sosial Bid. Komunikasi dan Media Massa Don Rozano Sigit Prakoeswa dan Staf Khusus Menteri Sosial Bid. Pemerlu Pelayanan Kessos dan Potensi Sumber Kessos.
(***)











