Opini

Pencegahan Perilaku Perundungan dan Cerdas Bermedia bagi Gen Z

970
×

Pencegahan Perilaku Perundungan dan Cerdas Bermedia bagi Gen Z

Sebarkan artikel ini
Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh departemen ilmu komunikasi Universitas Andalas di tanggal 22 Oktober 2024 di SMPN 2 Padang
Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh departemen ilmu komunikasi Universitas Andalas di tanggal 22 Oktober 2024 di SMPN 2 Padang. (f/ist)

3. Perundungan secara Sosial

Perundungan ini adalah suatu tindakan yang dibuat atas persetujuan sosialnya dan tidak mudah dideteksi. Jenis bullying ini biasanya dikenal sebagai perundungan terselubung.

ADVERTISEMENT

Tujuannya adalah untuk merusak nama seseorang dalam lingkungan sosialnya, seperti contohnya:-

– Menyebarkan suatu kebohongan atau gosip tentang seseorang.

– Melontarkan hinaan berkedok lelucon untuk mempermalukan dan menjatuhkan orang lain.

– Mendorong orang lain di sekitar untuk menjauhkan atau mengucilkan seseorang.

– Tatapan tajam atau sinis yang ditujukan untuk mengintimidasi secara halus.

4. Perundungan Dunia Maya

Perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel.

Bullying ini merupakan perilaku agresif dan bertujuan yang dilakukan suatu kelompok atau individu dengan cara digital secara berulang-ulang dari waktu ke waktu. Bullying ini dilakukan kepada seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut.

Jadi, terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban. Perbedaan kekuatan dalam hal ini merujuk pada sebuah pandangan mengenai kapasitas fisik dan mental.

Akan tetapi, dalam beberapa isu atau kasus yang terjadi, banyak individu yang menjadi pelaku perundungan mengatakan bahwasanya yang dilakukannya hanyalah tindakan bercanda.

Pelaku bahkan meremehkan korbannya dan menganggap korbannya terlalu sensitif terhadap sesuatu yang bersifat bercanda. Padahal bercanda dan perundungan memiliki satu garis merah yang membedakannya, yakni penerimaan dari sang korban.

Bercanda atau memberikan lelucon yang memicu gelak tawa orang lain sungguhlah perilaku yang menyenangkan dan sering kali hal tersebut dijadikan sesuatu untuk mempererat hubungan dengan orang lain.

Bercanda bahkan bisa membantu untuk menyampaikan teguran halus kepada orang lain tanpa menyakiti perasaan orang tersebut. Kuncinya adalah sifat penerimaan dari orang lain.

Apabila bercanda yang kita lakukan tidak diterima orang lain atau sang korban, maka itu bukanlah bercanda melainkan perundungan.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT