Pembangunan Gurindam 12 seharusnya menjadi kebanggaan Kepri. Namun jika ternyata hanya menjadi proyek mercusuar yang memperkaya investor dan elit politik, maka ia akan tercatat sebagai simbol kapitalisasi ruang publik di daerah.
Sebagaimana tuduhan ke Tom Lembong, lelang lahan taman Gurindam 12 bisa jadi bukti nyata bagaimana pembangunan bergeser dari semangat “untuk rakyat” menjadi “untuk pemodal”.
Pertanyaannya sekarang, apakah Gubernur Kepri berani membuktikan bahwa lelang pengelolaan lahan taman Gurindam 12 benar-benar berpihak pada rakyat kecil, atau membiarkan publik menilai bahwa ia tak ubahnya tokoh kapitalis di level daerah?
Penulis, Penggiat Anti Korupsi, Pemerhati Lingkungan, Ketua Umum CINDAI Kepri
(*)







