Parlemen

Anggota DPR Kecam Pernyataan Andi Pangerang di Media Sosial

207
×

Anggota DPR Kecam Pernyataan Andi Pangerang di Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus. (f/ist)

Mjnews.id – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus mengecam pernyataan bernada ancaman yang dibuat peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin (APH) di media sosial, tentang perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah.

“Postingan AP Hasanuddin menebar ancaman dengan kalimat ingin membunuh semua warga Muhammadiyah karena merayakan Lebaran pada Jumat 21 April 2023 dinilai sangat tidak pantas dan menodai kerukunan umat beragama,” kata Guspardi saat dihubungi, Selasa 25 April 2024.

Menurutnya, APH yang berstatus peneliti BRIN yang notabene merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dibiayai oleh uang rakyat seharusnya mengedepankan sikap profesionalisme, malah mengeluarkan pernyataan yang melampaui batas dan mencerminkan sikap intoleran, kebencian serta kekerasan.

Legislator asal Sumatera Barat menegaskan meskipun APH telah mengakui perbuatannya dan menyatakan permohonan maaf, namun yang bersangkutan harus diproses hukum sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Persoalan ini tidak boleh dibiarkan dan hilang begitu saja. Kepada Bapak Laksana Tri Handoko sebagai Kepala BRIN agar mengambil tindakan tegas kepada APH sebagai bawahannya dengan memproses melalui Majelis Etik dan disiplin ASN sesuai dengan PP No 94 tahun 2021terkait penegakan disiplin ASN.

“Tidak cukup hanya sekedar menyesalkan perbuatan anak buahnya yang jauh dari etika seorang peneliti dengan menghalalkan darah seluruh warga Muhammadiyah,” tegas Politisi PAN itu.

“Di samping itu, karena persoalan ini bukan ranah delik aduan, semestinya aparat penegak hukum cepat tanggap dan segera bertindak cepat memanggil dan memeriksa saudara APH untuk meminta keterangan dan menyelidiki apa motif dari kalimat ancaman pembunuhan yang dilontarkannya sudah ada unsur pidananya,” tambah Pak Gaus ini.

Selanjutnya yang bersangkutan bisa diajukan ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Bagaimanapun penegakan hukum harus tegak lurus dan adil bagi semua,” pungkas anggota Baleg DPR RI tersbut.

Diberitakan sebelumnya, jagat lini masa Twitter dihebohkan dengan status mengerikan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melontarkan ancaman.

“Kalian Muhammadiyah, meski masih jadi saudara seiman kami, rekan diskusi lintas keilmuan tapi kalian sudah kami anggap jadi musuh bersama dalam hal anti-TBC (takhayul, bidah, churofat) dan keilmuan progresif yang masih egosektoral. Buat apa kalian berbangga-bangga punya masjid, panti, sekolah, dan rumah sakit yang lebih banyak dibandingkan kami kalau hanya egosentris dan egosektoral saja?” kata AP Hasanuddin, sebagaimana dikutip Senin (24/4/2023).

(eki)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600