Dalam sambutannya, Jaksa Agung RI Burhanuddin mengajak seluruh jajaran Kejaksaan untuk menjadikan ibadah puasa sebagai refleksi diri dan bekal dalam meningkatkan etos kerja dan integritas.
“Sumbangsih yang kita kerjakan bukan untuk diri kita sendiri, namun guna membangun wajah institusi yang semakin baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jaksa Agung menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang bermartabat.
Berdasarkan hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Kejaksaan menempati posisi ketiga sebagai lembaga dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi, setelah TNI dan Presiden.
“Mari kita syukuri dan pertahankan capaian ini dengan kerja yang tulus dan ikhlas,” ujarnya.
Jaksa Agung menegaskan bahwa Kejaksaan harus menjadi institusi yang kritis, objektif, dan konstruktif dalam menyikapi dinamika perubahan regulasi, serta tetap menjunjung tinggi keadilan substantif.
(yud)












