Selain itu, Jazilul juga mengangkat beberapa isu krusial yang selalu menjadi perdebatan dalam setiap Pemilu, yaitu:
Ketidakadilan daerah pemilihan (dapil), baik di tingkat pusat maupun daerah, Kuota kursi dapil, Pola penghitungan suara, Ambang batas Pemilu.
Jazilul khawatir, pemisahan Pemilu nasional dan lokal akan mengakibatkan dua kali kerja bagi partai politik dalam menyiapkan saksi dan logistik, meskipun pemilihnya sama.
“Hanya dipisah waktu dan ya bagus buat KPU, anggarannya mungkin nambah,” sindirnya, menyoroti besarnya anggaran Pemilu yang tidak sebanding dengan kualitas pemimpin yang dihasilkan.
PKB berharap adanya masukan dan diskusi lebih lanjut agar tidak terjadi keributan dan keruwetan terus-menerus dalam penyelenggaraan Pemilu yang membebani Bawaslu, KPU, dan partai politik.
(*/eki)












