Mjnews.id – Universitas Brawijaya (UB) turut ambil bagian dalam trial opening Mega Science Center dan Budaya yang digelar di kawasan Jawa Timur Park 1, Kota Batu, Rabu (16/9/2026). Dalam destinasi edukasi tersebut, UB menghadirkan Desa Digital Budi, wahana interaktif yang memperkenalkan perkembangan teknologi pertanian, peternakan, dan perikanan berbasis digital kepada masyarakat.
Mengusung semangat “Jelajahi Sains, Hidupkan Budaya”, Mega Science Center dan Budaya memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, sejarah, dan kebudayaan dalam konsep pembelajaran berbasis pengalaman atau experience-based learning.
Kegiatan pembukaan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Batu, Nurochman, jajaran kepala daerah, Forkopimda, akademisi, tokoh budaya, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Dari UB, hadir Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., Direktur Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) UB Mohammad Iqbal, S.Sos., M.IB., DBA., serta Kepala Subdirektorat Inovasi dan Transfer Teknologi (PITT) Dias Satria, S.E., M.App.Ec., Ph.D.
Melalui Desa Digital Budi, UB memperkenalkan konsep digital agriculture technology atau digital agtech melalui berbagai instalasi, maket, perangkat teknologi, dan permainan edukatif. Pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana data, sensor, Internet of Things (IoT), hingga otomatisasi dimanfaatkan dalam pengelolaan sektor pangan modern.
Wahana tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan startup teknologi nasional untuk memperkenalkan penerapan teknologi cerdas di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Salah satu instalasi yang menjadi bagian Desa Digital Budi adalah maket peternakan ayam modern hasil kolaborasi dengan Chickin Indonesia. Instalasi tersebut memperlihatkan penerapan IoT dalam pengelolaan kandang, mulai dari pemantauan suhu, kelembapan, kualitas udara, kebutuhan pakan dan air, hingga kondisi operasional kandang secara berbasis data.
Konsep peternakan cerdas tersebut kemudian dikemas dalam permainan edukatif sehingga dapat dipahami oleh berbagai kelompok pengunjung, mulai dari anak-anak, pelajar, keluarga, hingga masyarakat umum.
Selain peternakan, Desa Digital Budi juga memperkenalkan teknologi budidaya perikanan melalui maket tambak udang berbasis IoT yang dikembangkan bersama JALA. Pengunjung dapat mempelajari bagaimana data digunakan untuk memantau kualitas air, mencatat kondisi tambak, mengatur pemberian pakan, hingga mendukung pengambilan keputusan selama proses budidaya.
Teknologi smart aquaculture tersebut juga diterjemahkan ke dalam permainan edukatif ShrimpQuest. Permainan ini mengajak pengunjung memahami tahapan budidaya udang secara digital, mulai dari penebaran benur, pemantauan kualitas air, pemberian pakan, pertumbuhan udang, hingga proses panen dan pengelolaan hasil.
Sementara itu, teknologi drone pertanian diperkenalkan melalui kolaborasi dengan Full Drone Solutions (FDS). Teknologi tersebut menggambarkan penerapan precision agriculture untuk berbagai aktivitas, seperti pemetaan lahan, inspeksi tanaman, penyemprotan, pemupukan, dan pemantauan kondisi pertanian.












