Menurutnya, saat itu Presiden Soekarno juga menegaskan dukungan bangsa Indonesia terhadap pengakuan Tiongkok di PBB. Oleh karenanya, Puan merasa senang dengan hubungan bilateral Indonesiq dan RRT yang semakin solid, apalagi hasil kunjungan Presiden Jokowi pada Juli lalu ke Tiongkok menghasilkan kesepakatan arah umum pembangunan komunitas senasib sepenanggungan kedua negara.
“Terlebih setelah diresmikannya Mekanisme Dialog dan Kerja Sama Tingkat Tinggi pada Juni 2021 yang melakukan sinkronisasi dalam 3 aspek penting, yaitu aspek politik hukum dan HAM, ekonomi, dan mekanisme pertukaran pelajar serta budaya,” ujar cucu Bung Karno itu.
“Semoga peresmian ini, dapat memperkuat hubungan bilateral antar kedua negara, tidak hanya dalam ketiga bidang tersebut tapi juga dalam setiap aspek kerja sama antara Indonesia dan RRT,” sambung Puan.
Selain dengan RRT, Puan juga melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua DPR Singapura, Tan Chuan-Jin. Di awal pertemuan, ia menyampaikan selamat atas keberhasilan Singapura dalam penyelenggaraan Formula 1 Grand Prix pada 2 September lalu.
“Saya merasa gembira dengan hubungan bilateral Indonesia-Singapura yang semakin solid dan konstruktif. Bagaimanapun Singapura merupakan tetangga dekat dan mitra strategis ekonomi utama Indonesia khususnya perdagangan dan investasi yang telah berlangsung lebih dari 55 tahun,” ungkap Puan.
Ditambahkannya, hubungan bilateral Indonesia dan Singapura semakin baik berkat pertemuan tahunan Kepala Negara atau Leaders’ Retreat. Tahun ini, Leaders’ Retreat menghasilkan peningkatan kerja sama di bidang politik, hukum dan keamanan, investasi, ekonomi digital, green economy antara Indonesia dan Singapura.
Leaders’ Retreat 2022 juga memperkuat kemitraan Indonesia dan Singapura dengan ditandatanganinya tiga dokumen perjanjian strategis di bidang politik, hukum dan pertahanan keamanan. Puan kemudian mengapresiasi dukungan Singapura dalam upaya pemulihan ekonomi dan perkembangan pembangunan, khususnya di Kawasan Batam-Bintan- Karimun (BBK) yang dapat memicu multiplier effect bagi Indonesia secara keseluruhan.
“Saya optimis bahwa ke depan kemitraan Indonesia-Singapura akan terus meluas dan semakin memfasilitasi intensifikasi hubungan people-to-people dan kerja sama sosial-budaya, termasuk pergerakan dua arah pelajar/mahasiswa di Indonesia-Singapura,” tutur mantan Menko PMK itu.
“Saya berharap skenario dan peta jalan yang komprehensif pengembangan energi terbarukan, terutama di bidang mekanisme kredit karbon dan skema perdagangan yang akan dilaksanakan, dapat segera terwujud,” lanjut Puan.
DPR juga mendorong kemajuan kemitraan dalam sektor investasi, transportasi, tenaga kerja, agribisnis, dan pariwisata, termasuk pembangunan Kawasan Batam-Bintan-Karimun dan Kawasan Ekonomi Khusus lainnya. Puan memandang, kemajuan kemitraan itu dapat terwujud dengan bantuan diplomasi parlemen baik secara bilateral, regional, dan global.











