Sejumlah, operasional pemerintah desa juga muncul tiga kali dengan nilai berbeda, Rp13 juta, Rp2,896 juta, dan Rp4,5 juta, menciptakan inkonsistensi yang belum diuraikan secara jelas.
Jawaban Kepala Desa Cipeundeuy terkait Dana Desa
Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Cipeundeuy, Dede Krismayadi, memberikan jawaban singkat. Ia menyatakan enggan menyebutkan detail karena khawatir keliru.
“Yang pegang data administrasi itu kan di sekdes. Kalau saya menyampaikan berdasarkan ingatan, takutnya salah,” ujar Dede di Purwakarta, Selasa (18/11/2025).
Pernyataan ini justru menambah kekosongan informasi mengenai penggunaan dana desa ratusan juta rupiah tersebut.
Transparansi yang semestinya menjadi standar dasar pengelolaan dana desa bergeser menjadi data yang menggantung.
Seiring publik makin menuntut akuntabilitas, ketidakjelasan penggunaan dana dalam kategori keadaan mendesak, klaim sarana wisata yang tidak ada.
Selain itu, pengembangan sistem informasi desa tanpa jejak aplikasi membuat pengawasan semakin mendesak dilakukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa atau Pemdes belum memberikan keterangan terkait penyaluran anggaran.
(eki)












