Ia mengatakan, ada sejumlah tantangan terkait transisi energi di Indonesia saat ini, antara lain penguasaan teknologi terutama kesiapan sistem kelistrikan untuk menerima energi terbarukan yang intermitten, dukungan pendanaan, kesiapan sumber daya manusia, strategi dekarbonisasi dan konsistensi kebijakan.
Lebih lanjut Djoko Siswanto mengatakan, guna memastikan kesiapan daerah untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus untuk mewujudkan ketahanan energi nasional, maka pihaknya menggelar penilaian untuk mendorong Pemerintah Daerah segera melakukan pengembangan terkait pemanfaatan energi terbarukan di daerahnya masing-masing.
“Malam ini, DEN menyerahkan penghargaan kepada daerah yang dinilai telah memiliki kesiapan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) di 2060, dengan 7 kategori penilaian,” ucap Sekjen DEN, Djoko Siswanto.
Kategori yang dilombakan itu antara lain, daerah yang mengoptimalkan pemanfaatan EBT, regulasi turunan Perda RUED Provinsi, inovasi terbaik bidang EBT, pelaksanaan transisi energi, mengkampanyekan energi bersih, pengelolaan data energi dan tokoh keenergian daerah yang gigih dalam Pembangunan dan pengembangan energi terbarukan.
“Semoga kegiatan ETCE 2023 dapat menjadi jembatan antara stakeholder di pusat dan daerah dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Selamat kepada seluruh daerah yang menjadi pemenang dalam ajang ETCE 2023 ini ,” pungkas Djoko Siswanto.
Hadir dalam ajang malam penganugerahan tersebut antara lain, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya; Dewan Pengarah ETCE 2023 yang sekaligus Anggota DEN RI, Herman Darnel Ibrahim; serta anggota DEN lainnya seperti Satya Widya Yudha dan Eri Purnomohadi dan sejumlah Kepala Daerah penerima penghargaan. Khusus Sumbar hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Prov. Sumbar, Hansastri dan Kepala Dinas ESDM Sumbar, Heri Martinus.
(adpsb)












