Politik

Soal Politik Uang, Politisi PAN: ‘Tolak Uangnya, Jangan Pilih Orangnya!’

192
×

Soal Politik Uang, Politisi PAN: ‘Tolak Uangnya, Jangan Pilih Orangnya!’

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus
Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus. (f/ist)

Mjnews.id – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Guspardi Gaus mengimbau masyarakat untuk menolak segala bentuk politik uang, baik dari partai politik, tim kampanye maupun calon anggota legislatif (caleg) dalam kontestasi Pemilu 2024.

Komitmen partai politik, tim sukses atau tim sukses mupun caleg yang bersangkutan untuk tidak melakukan politik uang memang sangat dibutuhkan.

Sebab, sistem pemilu legislatif dengan sistem proporsional terbuka yang diberlakukan pada pemilu 2024 dikhawatirkan banyak pihak masih akan marak terjadinya praktik poltik uang, kata Guspardi, Senin (19/6/2023).

Perihal politik uang ini juga kembali ditegaskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam pertimbangannya saat menolak uji materi yang di ajukan pemohon terhadap sistem proporsional terbuka beberapa hari yang lalu. “Intinya bagaimana semua pihak dapat mencegah dan menghindari politik uang dalam prosesi Pemilu. Jadikanlah politik uang itu menjadi musuh bersama baik oleh parpol, tim sukses dan caleg maupun masyarakat,” ulas Legislator asal Sumatera Barat itu.

Anggota Komisi II DPR RI ini juga mengingatkan agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga lebih intens melototi dan menyaringkan telinganya terhadap dugaan politik uang dalam pelaksanaan pemilu 2024 mendatang.

Karena potensi kecurangan pemilu berupa politik uang ini bisa dikontribusikan oleh perilaku kompetisi yang pragmatis, di tengah suasana kompetisi yang sangat kompetitif dalam Pemilu Legislatif (pileg). Jika politik uang dibiarkan akan berakibat cacatnya pesta demokrasi lima tahunan.

Sementara itu, istilah atau jargon ‘Ambil uangnya, jangan pilih orang’ juga harus dihilangkan dari stigma yang melekat di masyarakat selama ini. “Sebab bisa saja caleg yang terpilih karena politik uang akan mengatakan bahwa hubungannya dengan konstituen sudah selesai, sudah lunas. Karena apa? Dia sudah membayar sejumlah uang, tutur Pak Gaus ini.

Lebih lanjut, Guspardi menyebut dirinya selalu menyuarakan agar partai politik, tim kampanye atau tim sukses dan para caleg agar tidak melakukan politik uang. Sebab, hal itu tidak mendidik para pemilih. Ia khawatir politisi yang duduk di parlemen dipilih bukan karena kapasitas, kapabilitas, dan integritas.

Oleh karenanya, diharapkan masyarakat sebagai pemilik suara dalam pemilu mendatang, agar tidak mencoblos caleg yang melakukan politik uang. ‘Tolak Uangnya dan Jangan pilih orangnya’, imbaunya.

Bagaimanapun praktik politik uang ini menjadi corong utama pemicu munculnya pemimpin yang korup dan tidak pro terhadap rakyat serta merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kita berharap yang terpilih itu adalah orang bebas dari politik uang dan mampu melaksanakan tugas dan fungsi sesuai harapan dan keinginan masyarakat yang memilihhya,” Pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut.

(***)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600