Pandemi Belum Juga Usai, Bupati Zuldafri Darma Pimpin Rapat Satgas Covid-19 Tanah Datar

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Pandemi Belum Juga Usai, Bupati Zuldafri Darma Pimpin Rapat Satgas Covid-19 Tanah Datar

Jumat, 15 Januari 2021 | 18:30 WIB Last Updated 2021-01-15T20:03:19Z

mjnews.id - Sudah hampir setahun, semua elemen masyarakat dan pemerintah dikerahkan untuk menghadang penularan Covid-19. Tetapi hingga kini belum juga usai. Semua pihak diminta meningkatkan kerjasamanya agar wabah global tersebut bisa segera diakhiri.


Demikian dikatakan Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma, Kamis (14/1/2021), saat memimpin rapat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, diikuti jajaran Forkopimda, Sekda Irwandi, dan instansi terkait lainnya di lingkup Pemkab Tanah Datar.


"Dengan telah terbentuknya Satgas menggantikan Gugus Tugas, kita berharap semua elemen terkait dapat menjalankan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga penularan Covid-19 itu dapat diantisipasi sejak dini. Apalagi saat ini, anak-anak kita sudah mulai pula belajar tatap muka," katanya, sebagaimana keterangan pers Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tanah Datar, Jumat (15/1/2021).


Dikatakan, selama setahun menghadapi Covid-19, pemerintah daerah melalui gugus tugas sudah berupaya maksimal. Bahkan, ujarnya, penanganan juga berlangsung hingga ke tingkat nagari dan kecamatan. Buah dari kerjasama itu, menurut Zuldafri, selama penanganannya, Kabupaten Tanah Datar tidak pernah masuk zona merah.


Zuldafri menyebut, saat ini desakan masyarakat agar pembelajaran tatap muka bisa dilakukan, pemerintah menyikapinya dengan berbagai strategi, di antaranya dengan memulai pembelajaran tatap muka di tingkat SLTA. Dalam waktu dekat, imbuhnya, tidak tertutup kemungkinan belajar tatap muka juga dilakukan untuk tingkat SLTP dan SD.


Sekda Irwandi dalam laporannya menyebut, dua pekan belakangan Tanah Datar sudah berada pada zona kuning dengan skor 2,48, setelah sebelumnya berada pada zona orange. Agar tidak kembali naik kelas zona, sebut Irwandi, pemerintah meningkatkan intensitas tracking dan tracing, di antaranya melakukan uji swab untuk kalangan guru dan tenaga kependidikan.


"Dinas Pendidikan dan Kebudayan sudah menyusun program untuk belajar tatap muka. Namun berdasarkan masukan dan berbagai pihak, kegiatan PBM tatap muka belum sepenuhnya dilakukan, mengingat adanya kekhawatiran munculnya klaster baru penularan Covid-19," sebutnya.


Terkait dengan pemberian vaksin di Kabupaten Tanah Datar, dijelaskan, ada 1.641 tenaga kesehatan yang akan menjalani vaksinasi terlebih dahulu. Jadwal yang semula pertengahan Januari ini, diundur menjadi Februari.


(mus)

×
Berita Terbaru Update