Harga Minyak Dunia Tembus Rekor Tertinggi Baru

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 28 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.182 228 27.470 644
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Harga Minyak Dunia Tembus Rekor Tertinggi Baru

Jumat, 19 Februari 2021 | 02:20 WIB Last Updated 2021-02-19T18:04:57Z


MJNews.id - Harga minyak mentah terbang lagi. Kali ini si emas hitam tembus rekor tertinggi barunya. Kenaikan harga minyak dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda Texas sebagai wilayah produksi minyak terbesar di Amerika Serikat (AS).


Harga kontrak futures (berjangka) minyak mentah kompak menguat lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, Kamis (19/2) Harga kontrak Brent naik 1,66% ke US$ 65,41/barel dan kontrak West Texas Intermediate (WT) melompat 1,37% ke US$ 61,98/barel.


Cuaca dingin yang ekstrem membuat produksi minyak di Texas terganggu. Hal ini dikhawatirkan bakal mengganggu pasokan di pasar. Para pelaku pasar pun memanfaatkan momentum ini untuk membeli kontrak futures minyak mentah. 


Melansir NBC News, Texas yang memproduksi kurang lebih 500 ribu hingga 1,2 juta barel per hari (bph) minyak mentah sedang dilanda cuaca ekstrem. Analis Rystad Energy mengatakan bahwa temperatur di Texas saat ini berada di level terendah dalam 30 tahun terakhir. 


Suhu yang dingin membuat peralatan menjadi beku. Selain itu kurangnya daya listrik juga turut menghambat aktivitas operasional. Menurut para ahli di sektor industri migas, butuh waktu mingguan untuk mengembalikan aktivitas operasional menjadi seperti semula.


"Aksi beli kontrak berjangka minyak dipicu oleh dampak tak terduga pada produksi minyak dan penyulingan di Texas dari badai dingin meningkatkan kekhawatiran pasokan minyak mentah dan bahan bakar," kata Chiyoki Chen, kepala analis di Sunward Trading kepada Reuters.


"Penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari yang diantisipasi juga menambah kekhawatiran pasokan," kata Chen.


Stok minyak mentah AS turun 5,8 juta barel dalam sepekan hingga 12 Februari menjadi sekitar 468 juta barel. Penurunan yang terjadi lebih besar dibandingkan dengan ekspektasi analis di angka 2,4 juta barel. Sebagai informasi, angka tersebut mengacu pada data asosiasi atau American Petroleum Institute (API) . 


Kini pelaku pasar sedang menanti data resmi stok minyak akan dirilis oleh pemerintah melalui Badan Informasi Energi (EIA) AS pada Kamis malam waktu setempat. 


Tren reli harga si emas hitam sejak kuartal terakhir tahun lalu memang ditopang oleh pemulihan permintaan secara gradual yang ditopang oleh Asia terutama China dan kebijakan pemangkasan produksi oleh para kartel yang tergabung dalam OPEC+.


Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (17/2) harga kontrak futures (berjangka) minyak terkoreksi. 


Penurunan harga minyak kali ini kemungkinan adalah salah satu bentuk koreksi yang wajar mengingat harga si emas hitam sudah naik ke posisi tertingginya dalam 13 bulan terakhir. Ada indikasi para trader mulai memanfaatkan momentum untuk ambil untung. 


Harga kontrak Brent terpangkas 0,79% ke US$ 62,85/barel, sementara itu di saat yang sama turun 0,73% ke US$ 59,61/barel.


(***)

×
Berita Terbaru Update