Saat Bertemu Kepala OPD, Pj Gubernur Sumbar: Saya Hanya Fasilitator!

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 28 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.182 228 27.470 644
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Saat Bertemu Kepala OPD, Pj Gubernur Sumbar: Saya Hanya Fasilitator!

Jumat, 19 Februari 2021 | 17:00 WIB Last Updated 2021-02-19T10:00:13Z
Suasana saat Pj. Gubernur Hamdani bertemu pejabat tinggi pratama Pemprov Sumbar.

MJNews.id - Hari kedua usai dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Hamdani menggelar pertemuan dengan pejabat tinggi pratama Provinsi Sumbar, di Auditorium Gubernuran, Jumat (19/2/2021).


Mengawali pertemuan, Pelaksana Harian (Plh) Sekreraris Daerah Propinsi Sumbar, Devi Kurnia, mengenalkan satu persatu pejabat dilingkungan Pemprov Sumbar.


Kepada para pejabat Hamdani menyampaikan beberapa pengarahan tentang tugas-tugasnya selama menjabat gubernur. Diantaranya evaluasi penanganan Covid-19 dan progres vaksinasi. Kemudian, memastikan agenda pelantikan bupati dan walikota serentak pada 26 Februari nanti terlaksana dengan baik.


Selain itu, Hamdani juga menyinggung penggunaan anggaran. Alumni Doktor Ilmu Ekonomi Trisakti ini berharap OPD bisa melaksanakan kegiatan dan memanfaatkan anggaran dengan baik.


“Akselerasi lebih ditingkatkan lagi, supaya lebih cepat multiplayer efeknya bagi masyarakat. Ini penting dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini,” harap Hamdani.


Soal data-data kependudukan juga disebut menjadi prioritas Hamdani. Menurutnya, harus ada pembaharuan data kependudukan yang lebih cepat lagi.


“Intinya saya ini fasilitasi saja, tempat konsultasi. Silakan WhatsApp saja, sampaikan jika ada kendala, terutama soal penggunaan anggaran,” tambah pria kelahiran Painan 58 tahun lalu ini.


Di akhir pengarahannya, Hamdani sambil berseloroh minta kepada Dinas Kebudayaan Sumbar agar bisa membantunya menyiapkan pantun untuk berbagai kegiatannya selama menjabat. Alasannya, agar tidak sulit lagi memikirkan membuat pantun setiap ada acara, sebab tak terbiasa.


(eds)

×
Berita Terbaru Update