Terdakwa Kasus Pembunuhan di Lubuk Begalung Ternyata Punya Riwayat Gangguan Kejiwaan

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 1 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.204 229 27.500 647
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Terdakwa Kasus Pembunuhan di Lubuk Begalung Ternyata Punya Riwayat Gangguan Kejiwaan

Senin, 01 Februari 2021 | 21:25 WIB Last Updated 2021-02-01T22:37:17Z

 


MJNews.id - Sidang kasus pembunuhan terhadap Fadli Arif (36) dengan terdakwa Renzo Zulyano (24) dilanjutkan Senin (1/2/2021) di Pengadilan Negeri Padang. Pada sidang itu penasihat hukum terdakwa menyebutkan kliennya memiliki riwayat penyakit kejiwaan gangguan psikotik akut yang dapat dibuktikan.


"Terdakwa memiliki riwayat gangguan jiwa, melalui pleidoi ini kami meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan Pasal 351 ayat (3) KUHP," ujar PH terdakwa, Riniarti Abas.


Riniarti juga mengatakan, kematian korban disebabkan oleh benturan dengan pinggiran beton karena terpeleset saat menghindari pukulan dari terdakwa. "Korban mengelak lalu terpeleset jatuh terlentang dengan kepala membentur pinggiran beton," katanya.


PH terdakwa juga menilai dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang itu keliru. "Menolak atau setidak-tidaknya surat dakwaan dan tuntutan JPU tidak dapat diterima," ujarnya.


Menurut Riniarti, korban meninggal karena pus (nanah) pada pembukuan selaput otak di bagian tengah. Sehingga terjadi pembekuan darah dan pengangkatan otak kecil yang dilanjutkan dengan benturan keras di pinggir beton jalan dengan posisi terpeleset.


"Hal ini sesuai dengan hasil visum et repertum," tambahnya.


Terhadap pembelaan dari PH terdakwa, JPU tidak mengajukan tanggapannya.


"Kami tetap pada tuntutan kami majelis," kata JPU, Pitria.


Sidang yang diketuai oleh Asni Meriyenti yang digelar secara online ini kemudian ditunda hingga pekan depan dengan agenda pembacaan putusan.


Sebelumnya, terdakwa Renzo Zulyano dituntut oleh JPU dengan hukuman pidana selama 4,5 tahun penjara, karena dinilai terbukti melanggar Pasal 351 KUHP.


Dalam dakwaan dijelaskan, kejadian pada 30 Juni 2020 di Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Saat itu, Fadli Arif (korban) berboncengan dengan saksi Damar yang hendak ke rumah kakak korban. Dalam perjalanan korban berselisih jalan dengan terdakwa yang sedang menggunakan sepeda motor.


Kemudian korban meminta berhenti kepada saksi Danar dan balik arah serta menghampiri terdakwa. Lalu korban turun dari sepeda motor dan marah-marah kepada terdakwa. Marahnya korban disebabkan gara-gara sapi terdakwa yang memakan tanaman warga, sehingga timbul pertengkaran, hingga saling dorong.


Saksi Firdaus yang saat itu lewat, melihat keduanya bertengkar berusaha melerainya, namun terdakwa mengatakan kepada saksi Firdaus agar jangan ikut campur.


Terdakwa langsung memukul kepala korban dengan tangan, hingga korban terjatuh dan terhempas ke aspal. Lalu terdakwa menginjak kepala korban dengan kaki. Terdakwa pun mengeluarkan pisau dari celananya dan mengancam korban. Kemudian terdakwa pergi meninggalkan korban. 


Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami pendarahan hebat. Sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawa korban tak terselamatkan.


(why)

×
Berita Terbaru Update