Kantor Imigrasi Agam Tingkatkan Pengawasan Orang Asing

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Kantor Imigrasi Agam Tingkatkan Pengawasan Orang Asing

Rabu, 10 Maret 2021 | 11:02 WIB Last Updated 2021-03-10T04:02:01Z
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, Qriz Pratama sedang memberikan sambutan pada acara rapat Tim Pora Kabupaten Tanah Datar. (ist)

MJNews.id - Guna meningkatkan pengawasan terhadap orang asing, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam menggelar rapat tim pengawasan orang asing (Timpora) tingkat Kabupaten Tanah, Selasa (9/3/2021).


Rapat yang dipusatkan di Hotel Emersia itu dihadiri Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Kepala Devisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Sumbar Syamsul Efendi Sitorus, Kepala Imigrasi Kelas II Non TPI Agam Qriz Pratama dan sejumlah stakeholder timpora Tanah Datar.


Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, Qriz Pratama, dalam sambutannya mengatakan rapat Timpora itu dimaksudkan untuk memberikan Informasi terkait dengan peraturan terbaru bagi seluruh peserta rapat timpora mengenai Visa atau lzin baru yang akan diberikan kepada setiap orang asing yang masuk ke Wilayah Indonesia. 


Kemudian acara itu juga untuk memberikan pemahaman bahwa pengawasan orang asing merupakantanggung jawab bersama dan untuk mewujudkan pengawasankeimigrasian yang terkoordinasi dan menyeluruh terhadap keberadaandan kegiatan orang asing khususnya di wilayah Tanah Datar.


Selain itu juga untuk saling berbagi informasi terkait isu-isu terkini khususnya terkait dengankeberadaan orang asing di Tanah Datar.


"Kegiatan ini kita harapkan dapat menciptakan pertukaran informasi yang cepat dan akurat, serta penanganan terhadap permasalahan orang asing khususnya yang akan atau telah melakukan pelanggaran ketentuan di Kabupaten Tanah Datar,"ujarnya.


Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkum dan Ham Sumbar, Syamsul Efendi mengatakan pengawasan terhadap orang asing ditujukan untuk menjaga tetap terpeliharanya stabilitas nasional dari dampak negatif yang timbul akibat adanya perlintasan orang antar Negara, keberadaan serta kegiatanorang asing di wilayah Negara Republik Indonesia.


Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah dijadikan sebagai salah satu Negara tujuan oleh orang asing dengan berbagai kepentingan. 


Banyak dampak positif yang dapat diperoleh, antara lain meningkatnya investor asing dan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia yang akan bermuara pada meningkatnya pendapatan Negara. Namun kita juga harus menyadari dampak-dampak negatif yang akan muncul kedepannya.


Ditambah dalam suasana Pandemi Covid-19 yang melanda Negeri, sehingga akan menjadi kesempatan bagi setiap Warga Negara Asing untuk melakukan pelanggaran mengingat saat ini pemerintah sedang fokus pada penanggulangan Covid-19 di Negeri tercinta kita ini.


"Namun dengan adanya Tim Pengawasan Orang Asing, diharapkan dapat terus melakukan pengawasan terhadap keberadaanorang asing khususnya di Tanah Datar,"tegasnya.


Sementara Wakil Bupati Richi Aprian mengatakan dengan diberlakukanya bebas visa kunjungan wisata untuk beberapa negara, maka potensi wisata indonesia menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk dikunjungi termasuk Sumatera barat khususnya tanah datar.


"Tidak dapat kita pungkiri bahwa kunjungan wisatawan manca negara dapat mengenjot pendapatan dibidang pariwisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat",ujarnya.


Namun potensi pelanggaran keimigrasian juga sangat besar kemungkinan terjadi. "Kendala selama ini yang dialami oleh timpora adalah kordinasi, karena itu kita harapkan kordinasi atar sesama tim itu harus ditingkatkan,"tegasnya.


(ril)


loading...



×
Berita Terbaru Update