Rp 350 Miliar untuk Revitalisasi Fase VII Pasar Raya Padang dan Pasar Bawah Bukittinggi

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.933 375 31.678 741
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Rp 350 Miliar untuk Revitalisasi Fase VII Pasar Raya Padang dan Pasar Bawah Bukittinggi

Rabu, 07 April 2021 | 08:02 WIB Last Updated 2021-04-07T01:02:00Z
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi bersama Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, saat mengunjungi Pasar Raya Padang. (ist)

MJNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi menyebutkan, rencana revitalisasi atau pembangunan kembali Fase VII Pasar Raya Padang dan Pasar Bawah Bukittinggi adalah permintaan Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Karena itu, Mendag langsung mengecek Senin dan Selasa 4-5 April 2021, bersama Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu. 


“Saya datang ke sini atas permintaan dan undangan Andre Rosiade. Anggota DPR dari Sumbar. Untuk melihat keluhan yang dialami oleh pedagang-pedagang Pasar Raya Padang,” kata Mendag Lutfi, Selasa 6 April 2021 bersama Andre Rosiade dan Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa dan Kepala Dinas Perdagangan Padang, Andree Algamar dan sejumlah tokoh Pasar Raya Padang. 


Mendag yang melihat langsung kondisi Fase VII mengaku prihatin dengan pasar yang berantakan, kumuh dan sudah hancur dimana-mana itu. “Saya tadi baru meninjau pasar di Kota Pariaman, yang indah yang bagus. Setelah itu melihat Pasar Raya Padang yang membuat saya kecewa,” kata Mendag yang sebelumnya mendampingi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meresmikan penggunaan Pasar Pariaman. 


Mendag bertekad akan segera memperbaiki Fase VII pada anggaran tahun 2022. “Saya akan kembali ke Jakarta bersama pak Andre Rosiade. Dan janjian dengan Andre Rosiade untuk kembali dan berkomitmen untuk membereskan Pasar Fase VII Pasar Raya Padang. Mudah-mudahan bisa memperbaiki kegiatan ekonomi Kota Padang dan ekonomi Sumbar. Juga membereskan pusat bisnis apa yang dikelola oleh Muhammadiyah ini,” kata Mendag. 


Bahkan, usai Lebaran Idul Fitri atau akhir Mei mereka akan kembali lagi memastikan pembangunan pasar yang memiliki 288 pedagang terdaftar itu. Mendag juga memastikan, akan mengakomodir juga sejumlah pedagang di sekitar yang disebutnya bisa “naik kelas.” Soal dana, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan. 


“Ada 288 pedagang Fase VII juga tambahan pedagang di sekitar. Harus dipikirkan menjadi lebih baik. Saya sama pak Andre Rosiade akan membantu administrasi dari pusatnya dan Wali Kota Padang membereskan aturan pasarnya. Pedagang sebagai stakeholder di pasar ini juga harus mendukung. Tidak bisa pemerintah pusat saja, Wako saja atau DPR RI saja. Ini kolaborasi semua pihak,” katanya. 


Mendag kembali berterima kasih kepada Andre Rosiade yang dengan budi baiknya bisa berjalan seperti ini membenahi pasar. “Kami berkomitmen insya Allah akan memperbaiki pasar Fase VII ini. Karena kami tidak ingin membangun pasar tapi merusak tatanan pedagang yang telah ada,” katanya usai dialog dengan Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) Padang yang dipimpin Ketua Asril Manan dan Sektetaris Irwan Sofyan.


Irwan Sofyan berterima kasih kepada Andre Rosiade yang telah membawa Mendag M Lutfi ke Pasar Raya Padang. “Ini kerja nyata dan kongkret yang bisa mengubah pasar ini kembali sebagai sumber kehidupan di Kota Padang ini. Terima kasih atas kepedulian para pemimpin baik di DPR, Pemko dan pusat,” katanya. 


Sementara Hendri Septa memastikan akan segera menyiapkan DED (detail engineering design) Pasar Fase VII. “Kami sangat berterima kasih kepada pak Andre Rosiade dan Mendag yang telah membantu pembangunan kembali pasar ini,” kata Hendri Septa, yang Rabu 7 April 2021 hari ini, dijadwalkan dilantik sebagai Wali Kota Padang. 


Sebelumnya Mendag Lutfi memastikan, revitalisasi atau pembangunan kembali Pasar Bawah Bukittinggi atas permintaan Andre Rosiade. Setelah Andre menerima aspirasi warga Bukittinggi melalui Wali Kota Bukittinggi Erman Safar. 


“Saya mau jelasin, saya mau berterima kasih. Karena saya datang atas undangan Andre Rosiade. Dan ini aspirasi dari warga dan dari pak Wali Kota Bukittinggi Erman Safar juga,” kata Mendag Lutfi saat bersama Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wako Bukittinggi meninjau Pasar Bawah, Senin 5 April 2021 sore. 


Lutfi menyebutkan, kedatangannya sengaja untuk melihat aspirasi di daerah Bukittinggi, untuk memperbaiki Pasar Bawah. “Jadi komitmen pemerintah, kita akan bereskan Pasar Bawah ini, supaya kegiatan ekonomi dan tata kota di Bukittinggi menjadi kelas satu, menjadi lebih baik, menjadi lebih bersih, bertambah baik nilai tambahnya,” kata Lutfi. 


Tak tanggung-tanggung, Lutfi menyebut, maksud kedatangannya untuk memastikan komitmen pemerintah atas permintaan Andre Rosiade, anggota DPR RI dari Dapil Sumatra Barat. Untuk memperbaiki Kota Bukittinggi. “Kita akan masukkan dalam budget (anggaran) tahun 2022 dan dikerjakan segera. Mudah-mudahkan satu atau satu setengah tahun tuntas,” katanya. 


Andre Rosiade menambahkan, soal anggaran revitalisasi Pasar Bawah, Pemko Bukittinggi mengajukan DED sekitar Rp400 miliar. Tapi angka rekomendasi tentu dari angka kajian pemerintah pusat atau Kementerian Perdagangan. “Yang jelas dana yang akan dikucurkan di atas Rp150 miliar. Untuk Fase VII Padang sekitar Rp200 miliar juga,” kata Andre. 


Mendag Lutfi kembali menimpali, angka yang akan direalisasikan sudah pasti di atas Rp150 miliar. “Pasti di atas itu dan kita ingin yang terbaik untuk Sumbar. Besok (hari ini) juga akan melihat pasar di Kota Padang, memperbaiki Pasar Fase VII Pasar Raya Padang. Kita perbaiki sama-sama supaya kegiatan ekonomi Sumbar ini berjalan dengan baik,” kata Mendag Lutfi. 


Lutfi menyatakan, Kementerian Perdagangan terus berupaya memperkuat pasar rakyat melalui program revitalisasi pasar rakyat. Dengan revitalisasi, pasar rakyat akan memiliki fasilitas penunjang yang lebih baik untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.


“Perekonomian Indonesia tidak terhindar dari pandemi Covid-19. Pasar rakyat turut merasakan dampaknya. Untuk itu, Pemerintah terus berupaya memperkuat pasar rakyat melalui revitalisasi fisik dan manajemen pengelolaan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Mendag.


(***)


loading...



×
Berita Terbaru Update