Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 23 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
49.500 598 45.602 1.143
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemprov Sumbar Segera Lakukan Penanganan Banjir Ranah Ampek Hulu Tapan

Kamis, 27 Mei 2021 | 21:45 WIB Last Updated 2021-05-27T15:57:57Z
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menerima kunjungan tokoh masyarakat Tapan didampingi Anggota DPRD Sumbar Dapil Pesisir Selatan, Muklasin di Istana Gubernur, Kamis 27 Mei 2021 sore. (humas)

PADANG, MJNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar), melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan secepatnya akan menindaklanjuti keinginan masyarakat terkait persoalan banjir yang rutin melanda tiga nagari pada Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan.


Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di saat menerima kunjungan tokoh masyarakat Tapan didampingi Anggota DPRD Sumbar Dapil Pesisir Selatan, Muklasin di Istana Gubernur, Kamis 27 Mei 2021 sore. 


Gubernur Mahyeldi lebih lanjut mengatakan, untuk sementara kita akan lakukan penanganan tanggap darurat terhadap bencana banjir Tapan. Kita akan segera mulai mengerjakan dalam bentuk pemasangan geobag (karung pasir) dan bronjong di sepanjang aliran Batang Sako, melalui anggaran tanggap darurat BPBD Provinsi Sumbar dalam bentuk BTT (Biaya Tidak Terduga) sebesar Rp 300 juta, dikombinasikan dengan anggaran Dinas PSDA dan Bina Konstruksi Provinsi Sumbar.


"Insya Allah mulai dikerjakan dalam minggu ini. Yang penting, masyarakat terlindungi dari luapan air sungai. Sedangkan untuk jangka panjangnya, Dinas PSDA telah melakukan perencanaan dan mengusulkan kegiatan ke Pemerintah Pusat tahun 2022 sebesar Rp 500 miliar. Kita sudah hitung, total kebutuhan anggarannya sebesar Rp 1,2 triliun dan kita juga sudah usulkan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Menko Maritim," tuturnya.


Gubernur juga mengatakan, Pemprov akan memberikan perhatian akan kondisi masyarakat yang terdampak bencana dengan mengirim beras dan kebutuhan lain-lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


"Kita telah telepon dan perintahkan Dinas Sosial Provinsi untuk segera turun ke lapangan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana banjir di tiga nagari di Kecamatan Ampek Hulu Tapan tersebut," katanya.


Mahyeldi juga menelepon langsung Kepala Dinas Pendidikan Sumbar terkait akan proses belajar mengajar di tiga nagari yang terdampak banjir dan juga bagaimana persiapan anak-anak juga melakukan ujian. 


"Dinas pendidikan juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten Pesisir Selatan dan dengan kementerian terkait proses belajar mengajar serta persiapan ujian untuk tiga nagari yang terkena bencana banjir tersebut. Kita nanti juga akan tindak lanjuti dengan kunjungan kelapangan dalam waktu dekat ini," ujarnya.


Gubernur juga mengajak dan meminta masyarakat Tapan secara umum memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan normalisasi sungai tersebut nantinya, terutama persoalan lahan yang terdampak kegiatan. 


"Sehingga pelaksanaan pembangunan itu dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan harapan," harap Mahyeldi.


Pimpinan rombongan masyarakat Tapan Cendra Hardi Nurba dalam kesempatan itu melaporkan, kejadian banjir besar pada hari Selasa dan Minggu (11 dan 16 Mai 2021 telah mengakibatkan rumah terendam air setinggi 0,5 meter -2,5 meter dua kecamatan, Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan yang terdampak pada 11 nagari dikedua kecamatan tersebut.


"Aliran batang Tapan sekarang karena banjir besar telah beralih masuk keperkampungan masyarakat yang melintasi Nagari Binjai Tapan, dan Nagari Kampuang Tangah Tapan. Akibatnya otomatis bila debet air bertambah merendam rumah masyarakat di bandaran sungai yang masuk ke perkampungan," ungkapnya.


Cendra juga menambahkan akibat banjir tersebut masyarakat mengalami kerugian diantaranya, tanaman padi sawah 1.275 hektare, tanaman palawija 303 hektare, rumah roboh dan hanyut 5 unit, jembatan rusak dan putus 2 unit, fasilitas pendidikan 7 unit, sarana ibadah 5 unit, kantor pemerintahan 3 unit dan rumah masyarakat terendam 866 unit. 


"Kunjungan kami masyarakat Tapan tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir yang selalu mendera 11 nagari sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat yang terdampak, baik dari sisi fisik maupun psikis dan troma," ujarnya.


Cendra juga amat senang dan bangga Gubernur Mahyeldi sangat responsif dalam menanggapi aspirasi masyarakat sehingga kami langsung mendapatkan jawaban yang melegakan untuk dibawa pulang.


"Alhamdulillah kami mewakili masyarakat Tapan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pak Gubernur Sumatera Barat yang sangat responsif dalam menyikapi aspirasi masyarakat sehingga ada kabar gembira yang dapat kami bawa pulang untuk disampaikan kepada masyarakat. Kita akan masih menyiapkan dapur umum di sekitar lokasi langganan banjir sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu banjir kembali datang sebelum pengerjaan tanggap darurat selesai" ungkap Cendra.


Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PSDA dan Bina Kontruksi Prov. Sumatera Barat Rifda Suruani, Kalaksa BPBD Prov. Sumatera Barat Herman Rahman serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Hefdi.


(BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update