Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.441 628 44.295 1.108
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Selamatkan Danau Maninjau, Menteri KP Sarankan Usaha Perikanan Air Tenang

Jumat, 04 Juni 2021 | 00:25 WIB Last Updated 2021-06-03T18:57:30Z
Menteri KP Wahyu Trenggono didampingi Wakil Gubernur Audy Joinaldi dan beberapa kepala OPD berkunjung ke Danau Maninjau di Tanjung Raya, Agam, Kamis 3 Juni 2021.

AGAM, MJNews.id - Dalam rangka penyelamatan Danau Maninjau, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono menyarankan Pemerintah Agam untuk mengalihkan semua usaha Karamba Jaring Apung (KJA) kepada usaha perikanan air tenang.


Hal itu disampaikan Wahyu Trenggono didampingi Wakil Gubernur Audy Joinaldi dan beberapa kepala OPD berkunjung ke Danau Maninjau di Tanjung Raya, Agam, Kamis 3 Juni 2021. Rombongan menteri diterima Bupati Agam dan OPD terkait di objek wisata Linggai.


Untuk mengalihkan usaha perikanan itu, Pemda Agam harus bisa mencarikan lahan untuk dijadi kan sebagai areal pembudidayaan ikan.


“Sebab petani KJA ini sudah terbiasa menekuni usaha perikanan, kalau dialihkan kepada usaha lain misalnya bertani dan berdagang, mereka akan kesulitan beradaptasi,” kata menteri.


Sebagaimana diketahui, sejak Danau Maninjau dijadikan sebagai usaha perikanan keramba yang jumlahnya mencapai 17 ribu keramba, terjadilah pencemaran permukaan air danau. Kondisi telah lama menjadi polemik, sehingga Bupati Andri Warman menjadikan penyelamatan Danau Maninjau sebagai prioritas.


Salah satu strategi yang dicanangkan adalah pengurangan jumlah keramba dari 17 ribu menjadi 6.000 saja dengan membuat tempat-tempat tertentu yang dibolehkan berkeramba atau sistem zonasi.


Tapi Menteri Trenggono tidak setuju dengan sistem zonasi ini, dia khawatir akan terjadi konflik sosial.


“Jangan dibuat sistem zonasi, itu akan menimbulkan kecemburuan pemilik dan pengusaha keramba, bisa terjadi konflik sosial. Semuanya tetap usaha pembudidayaan ikan, tapi di air tenang,” kata Wahyu.


Wakil Gubernur Audy Joinaldi dalam kesempatan itu menyatakan siap mendukung dan bersinerji dengan Pemkab Agam dalam rangka menyelamatkan Danau Maninjau.


“Pemerintahan provinsi akan membantu alat tangkap ikan tapi sebelumnya kita sebar bibit ikan sebanyak-banyaknya di Danau Maninjau, masyarakat bisa memanfaatkan ikan hidup dalam danau,” katanya.


Bupati pada prinsipnya menerima saran menteri dan berjanji akan menindaklanjutinya.


“Solusi yang ditawarkan Menteri Kelautan itu kita terima dan kita bahas untuk tindak lanjutnya,” kata bupati.


Pemkab Agam kata bupati telah memprioritaskan program penyelamatan Danau Maninjau ini.


“Pariwisata Maninjau ini adalah prioritas kita, segera ditindaklanjuti saran menteri itu,” kata bupati.


(edy) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update