Kisruh SK RW 02, Camat Koto Tangah Ngaku Sudah Ingatkan Lurah Adakan Pemilihan Ulang
×

Adsense

Adsense Mobile

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 26 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.140 1.401 85.625 2.114
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kisruh SK RW 02, Camat Koto Tangah Ngaku Sudah Ingatkan Lurah Adakan Pemilihan Ulang

Minggu, 12 September 2021 | 21:30 WIB Last Updated 2021-09-12T16:49:11Z

Juni Nursyamza
Camat Koto Tangah, Kota Padang, Juni Nursyamza.

PADANG, MJNews.ID - Camat Koto Tangah, Kota Padang, Juni Nursyamza ketika dihubungi lewat WA-nya mengaku heran dan mengatakan, sudah mengingatkan Lurah agar adakan pemilihan ulang bahkan saya sudah berulangkali menyampaikan kepada beliau, namun tidak diindahkannya.

Lurah Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Taslim dinilai telah kangkangi Perwako Nomor 56 Tahun 2019 dalam pemilihan RW 02 Kuala Nyiur 2 Padang.

Sebagaimana telah diberitakan media ini beberapa waktu lalu, Lurah Pasia Nan Tigo Taslim tetap mengeluarkan SK RW kendatipun proses terpilihnya RW tersebut tidak memenuhi persyaratan yang dituangkan dalam perwako no 56 th 2019 pada pasal 8 dan pasal 9. 

Sebagian masyarakat kuala Nyiur 2 telah melaporkan secara resmi kepada Lurah Taslim dan kepada Camat Koto Tangah dan Lurah waktu di temui dikantor Lurah Taslim berjanji akan mengeluarkan surat pemilihan ulang namun tidak berapa setelah itu malah Lurah Taslim menerbitkan SK RW 02 dengan tidak melalui pemilihan yang jelas jelas sudah melanggar Perwako 56 th 2019.

Pada pasal 8 ayat 2 disebutkan bahwa pemilihan pengurus RW dilakukan dengan menggunakan kertas suara. Ayat 4 Kertas suara harus harus tercantum pada lampiran 5 dan 6 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Wali Kota.

Taslim sebagai Lurah seharusnya memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat di wilayahnya terutama mengenai dasar hukum dan prosedur pemilihan RW dan RT kepada masyarakat, padahal dia ikut hadir dalam rapat rumbuk warga tgl 31 agustus lalu tersebut, jelas Ali warga RW 02.

"Kita berharap kepada pemerintah Kota Padang agar dapat membina dan atau mengganti Lurah seperti ini karena dalam melaksanakan tugas tidak sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kota Padang dan tambah lagi tidak loyal kepada Camat swbagai atasannya langsung," tambah Ali.

Padahal jauh sebelum SK diterbitkan, 5 orang tokoh masyarakat sudah datang menemui Lurah di kantornya dan Lurah berjanji akan mengirim surat kepada RW lama agar kembali diadakan rumbuk dan pembentukan panitia pemilihan.

Namun, setelah tanpa kabar, kiranya Lurah malah mengeluarkan SK RW yang ditunjuk oleh 16 orang yang hadir rapat pada waktu itu, sebagaimana juga telah diberitakan media ini sebelumnya.

(nd/aa)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update