Maklumat Pengurus Masjid Nurul Falah di Purworejo soal Penggunaan Microphone Jadi Perbincangan Warga
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Maklumat Pengurus Masjid Nurul Falah di Purworejo soal Penggunaan Microphone Jadi Perbincangan Warga

Minggu, 03 Oktober 2021 | 14:00 WIB Last Updated 2021-10-03T07:24:32Z


Masjid Nurul Falah
Masjid Nurul Falah Pedukuhan Wunut Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Purworejo, MJNews.ID - Maklumat tentang penggunaan microphone(speaker) masjid yang ditempel di dinding bagian dalam Masjid Nurul Falah menjadi perbincangan masyarakat Pedukuhan Wunut Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Maklumat bertuliskan "Microphone Masjid Nurul Falah Hanya Diperuntukkan Sebagai Keperluan Adzan, Kajian, Publikasi Penting, Bukan Untuk Yang Lain" Menjadi pertanyaan banyak warga dan belum pernah ada penjelasan yang disampaikan oleh pengurus masjid kepada para jamaah. Hal ini sudah beredar di WAG warga Desa Tangkisan.

Biasanya 10 menit menjelang shalat Magrib dan Subuh, Ustaz Ariyanto selalu mengumandangkan bacaan Al Qur'an dan Shalawat, kini tak terdengar lagi.

Setelah sekitar 1 minggu, Ustad Ari tidak terdengar membaca Al Qur'an lewat speaker masjid membuat warga bertanya-tanya dan mencari tahu apa sebabnya.

Ternyata maklumat pengurus masjid yang ditempel di dinding menjadi koreksi diri Ustad Ari berhenti menbaca Al Qur'an menjelang Magrib dan Subuh.

Ustaz Arianto saat dikonfirmasi menjelaskan, saat dia membaca Al Quran dengan menggunakan speaker pernah digebrak-gebrak pintu masjid oleh pengurus.

"Bahkan pernah ditegur dengan kata-kata yang kurang mengenakkan," jelasnya.

Ketua BKM Masjid Nurul Falah, H. Suryan Sanjaya saat diminta penjelasannya mengatakan, ada sebagian warga sekitar masjid yang merasa terganggu dengan bunyi speaker masjid untuk membaca Al Qur'an.

"Membaca Al Qur'an memang bagus tapi juga ada adabnya," kata beliau seraya menambahkan, tidak perlu keras-keras.

"Dengan adanya bacaan Al Qur'an dengan speaker juga mengganggu orang yang hendak shalat sunnah." ujarnya.

Dari hasil investigasi lapangan pada hari Sabtu 2 Oktober 2021, masyarakat menyayangkan adanya maklumat pengurus Masjid Nurul Falah yang mengatur penggunaan microphone tersebut. Banyak warga masyarakat yang mengatakan bahwa masjid milik umat Islam bukan milik golongan atau faham tertentu.

"Golongan atau faham apa saja monggo sana dan intinya bisa guyub rukun demi siar Islam, tidak saling menyalahkan dan mengaku benar dalam ibadah," harap warga.

Semoga Pemerintah Desa segera mengambil sikap untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini jangan sampai membuat perpecahan umat.

Salah seorang pengurus masjid Bisri Muslih mengatakan bahwa Pengurus masjid merasa tersinggung kepada Ustad Arianto yang tidak meminta ijin terlebih dahulu bahkan sudah ditegur oleh pengurus masjid saat akan melakukan kegiatan membaca Al Qur'an dengan menggunakan microphone.

(fix)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update