Puluhan Nasabah Gugat Jiwasraya ke PN Jakarta Pusat
×

Adsense

Adsense Mobile

Puluhan Nasabah Gugat Jiwasraya ke PN Jakarta Pusat

Selasa, 30 November 2021 | 18:00 WIB Last Updated 2021-11-30T11:05:55Z


loading...

PT Asuransi Jiwasraya

Jakarta, Mjnews.id - Sebanyak 52 nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menggugat perusahaan pelat merah ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Intinya kami minta untuk uang itu kembali, nilai pokok dan juga bunganya yang dijanjikan," kata anggota tim kuasa hukum 52 nasabah Jiwasraya, Bunga Siagian saat ditemui usai sidang perdana di PN Jakarta Pusat, Selasa 30 November 2021.

Terdapat 11 tergugat dalam kasus ini, yaitu PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Standard Chartered Bank Indonesia, PT. Bank Victoria International Tbk, PT. Bank KEB Hana Indonesia, PT. Bank DBS Indonesia, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Keuangan, PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, dan PT. Asuransi Jiwa IFG. Dalam sidang perdana ini tidak semua tergugat hadir.

Sidang pertama ini merupakan pemeriksaan legal standing kuasa dari penggugat dan tergugat. Sidang akan kembali dilanjutkan pada 21 Desember 2021.

Adapun Bunga menuturkan dari 52 nasabah, total kerugian mencapai Rp 50 miliar. "Total kerugian dari nasabah ini jika dikira-kira semuanya Rp 50 miliar dan itu belum artinya belum menghitung kerugian yang immaterilnya ya," ujar dia.

Dia menuturkan 52 korban tersebut sudah menaruh dana di Jiwasraya sejak 2018, namun hingga kini belum ada pengembalian.

"Jadi dana-dana yang tidak dikembalikan inilah yang berdampak ada sakit berkepanjangan, stres, dan ada juga yang sekolah anaknya tertunda,"ujar Bunga.

Dilansir tempo.co, Saor Siagian yang juga kuasa hukum pada perkara Nomor 659/PDT.G.2021/PN.Jkt.Pst tersebut, menambahkan telah menemui pihak Direksi Jiwasraya, hingga bertemu Menteri BUMN pada 24 Juni 2021 lalu.

"Saat itu Bapak Erick Tohir, Bapak Robertus Billitea, dan Bapak Hexana Tri Sasongko ikut hadir. Kami seperti melihat harapan. Namun demikian, hingga saat ini rupanya hanya janji kosong yang kami terima,” kata Saor Siagian.

Dalam gugatan tersebut, para korban meminta Majelis Hakim yang memeriksa perkara pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menerima dan mengabulkan seluruh gugatan para korban;

2. Menyatakan polis milik para korban adalah sah dan memiliki kekuatan hukum yang mengikat;

3. Menyatakan Para Tergugat telah melakukan Perbuatan Ingkar Janji (Wanprestasi) terhadap PARA PENGGUGAT dengan tidak membayarkan Nilai Tunai Jatuh Tempo Periode Investasi;

4. Menghukum Jiwasraya untuk segera membayar kerugian milik para korban;

5. Menghukum Jiwasraya dan 6 Bank yang menawarkan, untuk membayar bunga moratoir sebesar 6% (enam persen) dihitung sejak tanggal jatuh tempo masing-masing polis

6. Menghukum Jiwasraya dan 6 Bank yang menawarkan untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) untuk setiap nomor polis per hari setiap keterlambatan melaksanakan putusan perkara a quo setelah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde);

7. Menyatakan putusan dalam perkara a quo dapat dilaksanakan terlebih dahulu (Uitvoerbaar bij Voorraad) walaupun ada upaya hukum banding, kasasi maupun verzet (perlawanan) atau lainnya;

8. Memerintahkan kepada Menteri BUMN dan Menteri Keuangan untuk mengawasi uang milik para korban, yang sampai saat ini masih berada dalam penguasaan Jiwasraya, sekaligus mengawasi dan mendesak Jiwasraya untuk segera memproses pembayaran uang milik para korban;

9. Menghukum seluruh Tergugat untuk membayar biaya perkara ini.

(***)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update