×

Adsense

Adsense Mobile

Dhyani Prima Ajak Kaum Perempuan Gabung di Partai Demokrat

Sabtu, 23 April 2022 | 15.00 WIB Last Updated 2022-04-23T10:13:24Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Dhyani Prima
Dhyani Prima.

Jakarta, Mjnews.id - Usai  dilantik oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Wakil 1 BPPM DPD DKI Jakarta dan Bendahara PDRI Jakarta Timur. PDRI (Perempuan Demokrat Republik Indonesia) adalah sayap Partai Demokrat. Dhyani Prima gabung dari tahun 2020, tapi  karena pandemi baru dilantik tahun ini oleh Bapak AHY di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Dengan ada nya komentar miring tentang politik, Dhyani ingin meluruskannya. Menurutnya bahwa politik itu tidak kotor dan membuat kotor itu adalah pelaku sehingga membuat politik berkesan jadi kurang baik di mata masyarakat. 

"Padahal tidak semua pelaku politik itu jelek dan untuk itu masyarakat harus lebih berhati-hati dan jeli dalam memilih wakil-wakil mereka di legislatif serta jangan terperdaya dengan politik uang namun lihatlah latar belakang dan sepak terjang para Caleg dalam perannya bersosialisasi di tengah masyarakat," kata Dhyani Prima kepada wartawan,Sabtu siang(23/04).

Dhyani Prima juga pernah mendengarnya bahwa politik itu kotor, politik itu negatif dan politik itu hanya mengejar kepentingan semata, namun, itu tidak menyurutkan langkah saya untuk bergabung dengan Partai Demokrat, dan menurut saya perubahan bisa tercipta dimulai dari diri sendiri," ujar Bendahara PDRI Jakarta Timur itu.

Dikatakan Dhyani, alasan Dhyani terjun ke dunia politik,  menurutnya jika kita ingin perubahan, maka perubahan harus dimulai dari diri sendiri. “Saya belajar dari suami yang sudah lebih dulu terjun ke politik. Beliau pernah maju sebagai caleg sampai calon Bupati Cianjur,” ucap Srikandi DKI itu.

Menurut Dhyani, jika kita ingin membangun suatu bangsa, kita harus mengambil peran di dalamnya.  “Kita bagaimana bisa tau, kalau kita tidak terjun langsung untuk menyuarakan aspirasi rakyat. 

"Apalagi perempuan masih sedikit yang terjun ke politik,padahal 70% peran ada di tangan perempuan.  Dalam keseharin para perempuan yang paling merasakan dampak kalau ekonomi bergejolak, misalnya minyak goreng mahal, sembako naik. Yang paling menjerit adalah kaum perempuan. Nah, kalau kita tidak berani menyuarakan aspirasi rakyat, dan tidak terjun langsung, maka tidak ada perubahan yang terjadi,” sebutnya  dengan nada penuh semangat.

Dhyani berharap dengan kehadirannya dalam Partai Demokrat, ia ingin suara perempuan lebih didengar. Karena masing-masing kita itu punya peran, tapi kita harus menyuarakan itu dalam kegiatan di masyarakat. 

“Saya lihat partai Demokrat memahami hal itu, ada slogan di partai yakni ‘perempuan punya peran, dan muda adalah kekuatan’. Karena saat masih muda itu memiliki energi yang besar untuk melakukan perubahan. Kalau menunggu maka tidak ada perubahan. Lakukan sekarang,  selagi kita bisa.

“Mari buka diri, jangan takut memulai sesuatu yang baru, tingkatkan kemampuan dan terus belajar adalah ajakan saya untuk seluruh wanita di DKI dan terkhusus di Indonesia,” ajak Dhyani.

(Yud)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update