×

Adsense

Adsense Mobile

Kabag TU Kanwil Kemenag Sumbar Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 21 Juni 2022 | 21.22 WIB Last Updated 2022-06-23T07:24:13Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Miswan terima audiensi BPJS Ketenagakerjaan
Kabag TU Kanwil Kemenag Sumbar, H. Miswan terima audiensi BPJS Ketenagakerjaan. (f/humas)

Padang, Mjnews.id - Mewakili Kakanwil, Kabag TU Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), H. Miswan menerima kunjungan audiensi pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang diruang kerja Kakanwil, Selasa (21/06/2022) siang. Tim BPJS ini diketuai Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Padang, Muhamad Yasir Ginting.

Kunjungan audiensi dalam rangka Tindak Lanjut Hasil Zoom meeting bersama BPJS dan Kemenag RI tentang komitmen bersama untuk tindak lanjut hasil zoom demi memberikan perlindungan kepada guru-guru Non ASN di Sumbar.

Menyikapi hal tersebut, Kabag TU H Miswan menyebut langkah ini sebagai upaya perlindungan dalam pelaksanaan tugas, maka dipandang perlu semua guru non ASN agar ikut BPJS tenaga kerjaan. Harapannya ada jaminan pekerjaan dan jiwa.

Kabag TU mengatakan bahwa guru-guru non ASN atau tenaga honorer tersebut wajib mendapatkan penghargaan, kesejahteraan dan perlindungan, diantaranya perlindungan terhadap dirinya selama bekerja.

"Oleh karena itu kami berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah menyiapkan fasilitas tersebut, sehingga Kanwil Kemenag Sumbar mendapat peringkat III skala nasional baru-baru ini. Semoga sinergitas ini terus terjalin. Bagaimanapun pegawai berangkat dan pulang kerumah selepas bekerja, bisa terjamin dan terlindungi dengan program ini," cetus Kabag TU.

Disisi lain, diakui Miswan prestasi Kanwil Kemenag Sumbar mendapat posisi juara III nasional dalam memberikan perlindungan kepada pekerja Non ASN bukanlah tanpa sebab. 

Menurutnya program BPJS tidak akan berjalan tanpa ditopang dukungan dari Kemenag. Begitupun sebaliknya, tidak mungkin Kemenag bisa mengukir prestasi jika tidak ada fasilitas yang diberikan BPJS.

"Disinilah perlu bersama-sama dalam melakukan kebaikan dan kebermanfaatan bagi banyak orang," ujarnya.

Tentu dalam hal ini, sambung Miswan pihaknya akan mendorong. Khususnya, juga bisa memaksimalkan fungsi Kanwil Kemenag Sumbar, hadir bukan sekadar mengurusi umat, melainkan untuk melindungi.

Sebelumnya, Muhamad Yasir Ginting Yasir mengatakan BPJS merupakan lembaga negara yang memberikan perlindungan kepada para pegawai, khususnya non ASN.

Ia menyampaikan audiensi bertujuan, selain untuk bersilaturahmi dengan Kanwil Kemenag Sumbar, juga membahas terkait perlindungan tenaga kerja di Sumbar yang belum semua tercover oleh BPJS atau sebelumnya bernama BPJAMSOSTEK, terutama Pegawai Non-PNS atau Honorer.

Hal itu demi meningkatkan kesejahteraan peserta bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) termasuk pegawai non PNS atau honorer di lingkungan Kementerian Agama di Provinsi Sumatera Barat dengan menyediakan Jaminan pekerjaan dan jiwa pegawai non ASN.

Ia menilai, posisi III yang diraih Kanwil Kemenag Sumbar untuk skala nasional dalam memberikan dukungan perlindungan terhadap pekerja non ASN merupakan langkah awal menuju progres yang lebih baik ke depan. 

Sedikitnya, tercatat sekitgar 3.000 pegawai non ASN yang sudah terdaftar se-Sumbar.

"Sementara Kanwil Kemenag provinsi lainnya masih dibawah kita, setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Sumatera Barat mendapat peringkat III atas komitmen kuatnya dan alhamdulilah mendapat apresiasi dari Menteri Agama RI dan kami BPJS Cabang Padang secara internal akan melaporkan juga ke BPJS pusat. Dan tindak lanjut itulah kami datang hari ini, untuk dilanjutkan dalam bentuk FGD bersama Kakanwil, Kabag TU, jajaran Kabid dalam waktu dekat," katanya.

Hal itu demi memperkuat komitmen yang lebih serius lagi kedepannya, lanjut Yasir. Sehingga tidak ada satupun yang luput Pegawai Non ASN dari perlindungan negara. 

"Program kita memang memberikan perlindungan dalam hubungan pekerjaan dan jiwa pegawai. Baru-baru ini juga kami baru saja membayarkan santunan jaminan kepada pegawai yang meninggal dunia sebesar 42 juta rupiah, yang penting non ASN," katanya menutup bincang.

(hms)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update