Audiensi Kepala Jasa Raharja Sumbar yang Baru, Ini Harapan Gubernur Mahyeldi
×

Adsense

Adsense Mobile

Audiensi Kepala Jasa Raharja Sumbar yang Baru, Ini Harapan Gubernur Mahyeldi

Jumat, 29 Juli 2022 | 17.30 WIB Last Updated 2022-07-29T11:05:52Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Mahyeldi Audiensi Kepala Jasa Raharja Sumbar
Gubernur Mahyeldi Audiensi Kepala Jasa Raharja Sumbar yang Baru. (f/kominfotik)

PADANG, Mjnews.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi menerima audiensi dan silaturahim Kepala Cabang Jasa Raharja Sumbar beserta jajaran di Istana Gubernuran, Kamis (28/7/2022).

Gubernur menyambut baik kedatangan Kepala Jasa Raharja, Raihan Farani, yang baru menjabat pada bulan april 2022 ini, gubernur berharap dari silaturahim ini dapat terjalin kerjasama yang baik dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar). 

Dalam kegiatan audiensi ini Raihan Farani, menyampaikan kondisi kecelakaan yang ada di Sumatera Barat serta tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLL).

Gubernur berharap dengan adanya kepala jasa raharja yang baru dapat terus berkolaborasi dalam hal meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melakukan pembayaran PKB dan SWDKLL, gubernur juga bertanya terkait kepatuhan masyarakat membayar PKB serta jumlah kecelakaan di sumbar pada tahun 2022.

"Harapan saya Jasa Raharja terus berkoordinasi dan bersinergi dengan stakeholder lainnya untuk melaksanakan program-program pencegahan kecelakaan agar dapat menekan angka kecelakaan di Sumatera Barat," ujarnya. 

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Jasa Raharja, Raihan Farani menyampaikan bahwa jumlah penyerahan santunan Jasa Raharja sampai dengan Juni 2022 mencapai Rp30 miliar. Jumlah tersebut naik hingga 8,6 persen dibandingkan dengan tahun lalu dimana persentase penerima santunan terbesar yaitu para pelajar dan mahasiswa dengan usia produktif. 

“Biaya klaim Jasa Raharja di Sumatera Barat saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata biaya klaim nasional. Kenaikan jumlah penyerahan santunan menggambarkan kondisi kecelakaan di sumbar yang masih sangat tinggi," ujarnya.

Ia mengungkapkan jumlah penyerahan santunan ini tidak sejalan dengan jumlah premi atau pembayaran SWDKLLJ yang dibayarkan oleh masyarakat bersamaan dengan pembayaran PKB di Kantor Bersama Samsat. Oleh karena itu, pihaknya siap melaksanakan program-program pencegahan kecelakaan seperti yang disarankan oleh gubernur.

(MMC) 

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update