Dinilai Gagal Usut Tuntas Dugaan Illegal Logging dan Mining di Pasbar, Ketua Hipemaratu Desak Hal Ini
×

Adsense

Adsense Mobile

Dinilai Gagal Usut Tuntas Dugaan Illegal Logging dan Mining di Pasbar, Ketua Hipemaratu Desak Hal Ini

Selasa, 23 Agustus 2022 | 00.00 WIB Last Updated 2022-08-23T12:18:45Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Aksi Hipemaratu Pasaman Barat
Aksi Hipemaratu Pasaman Barat. (f/arwin)

PASAMAN BARAT, Mjnews.id - Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Ranah Batahan Bersatu (HIPEMARATU) mendatangi Kantor Bupati Pasaman Barat. Aksi damai ini dilakukan para pemuda dan mahasiswa minta secepatnya mengeluarkan surat pemberhentian segala aktivitas tambang dan seluruh kegiatan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan di hulu Batang Batahan dan Batang Taming.

"Hingga detik ini, kasus dugaan aktivitas ilegal logging dan ilegal mining di hulu Batang Batahan dan Batang Taming belum juga menemui titik terang. Kami menduga ini ada keterlibatan bupati dan aparat penegak hukum di wilayah setempat," kata Ketua HIPEMARATU, Dedi Sofhan, Selasa 23 Agustus 2022.

Mereka yang dianggap gagal mengungkap pelaku kasus dugaan aktivitas ilegal logging dan ilegal mining ini, wajib diberhentikan atau dinonaktifkan. Jika perlu dicopot dengan tidak hormat. Tak terkecuali, Kapolres Pasaman Barat dan Bupati Pasaman Barat. 
"Kami merasa mereka telah gagal menuntaskan kasus dugaan aktivitas ilegal logging dan ilegal mining yang sudah lama beraktivitas dan sangat menyengsarakan masyarakat. Maka dari itu, kami dari HIPEMARATU mendesak Kapolda Sumatera Barat sesuai instruksi Kapolri untuk mengusut segala kegiatan yang merugikan masyarakat, dan secepatnya agar mencopot Kapolres Pasaman Barat dari jabatannya karena sudah gagal dalam menyelesaikan masalah ini," kata Dedi.

Dedi Sofhan menjelaskan bahwasanya di luar sana, masyarakat sudah menanti lama sejak tiga pekan lalu, berharap bahwa kasus ini dapat diketahui tersangka pelaku dan dan di adili sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Kami ingin para pelaku, pemilik alat dan korporasi di tangkap dan di berikan hukuman yang berat," ucap Dedi.

Sampai saat ini pelaku dari dugaan aktivitas ilegal logging dan ilegal mining ini belum ada yang ditangkap oleh pihak berwajib. Apakah Polres Pasaman Barat tidak ada nyali untuk mengusut tuntas kegiatan ini? "Jika memang benar seperti itu maka alangkah baiknya kami meminta kepada Kapolda Sumatera Barat untuk mencopot Kapolres Pasaman Barat atau mundur dari jabatannya," imbuh Dedi Sofhan selaku Koordinator Aksi 11 Agustus 2022 lalu.

Polri perlu berjalan di atas mottonya, bersikap presisi dan jangan sampai bersikap seperti oknum yang menyamar menjadi ‘Tuhan’, dapat membenarkan perilaku yang salah.

Jika terdapat sikap seperti itu dan benar terjadi, maka anggota kepolisian sendiri justru akan rusak namanya, dan kepercayaan masyarakat akan hilang terhadap lembaga ini.

“Jika sekelas aparat negara saja tidak mampu mengusut tuntas kasus ini, jadi untuk apa kami membayar pajak dan membiayai hidup kalian, untuk apa semboyan itu di semayamkan namun keluhan masyarakat tak bisa kalian selesaikan," tutur Dedi Sofhan selaku koordinator aksi.

Maka dari itu kami meminta kepada pemerintah dan aparat kepolisian agar secepatnya tidak para pelaku dugaan aktivitas illegal logging dan illegal mining ini, jangan buat masyarakat berspekulasi bahwasanya kalian terlibat di dalamnya.

"Jika hali itu terjadi maka selamanya masyarakat tidak akan pernah percaya lagi kepada instansi tersebut," tegas Dedi.

Fiat justitia ruat caelum yang berarti hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit akan runtuh.

(tim)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update