Sekjen Gerindra: Perkuat Pancasila, Gerindra ingin Prabowo Presiden
×

Adsense

Adsense Mobile

Sekjen Gerindra: Perkuat Pancasila, Gerindra ingin Prabowo Presiden

Selasa, 23 Agustus 2022 | 18.30 WIB Last Updated 2022-08-23T11:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ahmad Muzani berkunjung ke kantor DPD Gerindra Kalimantan Barat
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berkunjung ke kantor DPD Gerindra Kalimantan Barat pada Selasa (23/8/2022). (f/gerindra)

JAKARTA, Mjnews.id - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berkunjung ke kantor DPD Gerindra Kalimantan Barat pada Selasa (23/8/2022). Dalam kegiatan ini Muzani didampingi sejumlah pengurus DPP Gerindra seperti Waketum M Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan), Sadar Subagyo, Ketua DPP Danang Wicaksono dan Setyoko.

Dalam sambutannya didepan para anggota dewan, pengurus dan sayap Partai Gerindra Kalimantan Barat Muzani mengatakan, Partai Gerindra harus menjadi simbol kekuatan politik yang mampu merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Tidaklah mudah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang beragam etnis, budaya, bahasa, dan agama. 

"Republik Indonesia sekarang usianya 77 tahun. Menjadikan Indonesia di usia sejauh ini tidak semua negara bisa melakukannya. Unisoviet belum sampai 77 tahun bubar. German Barat, German Timur bubar, kawasan Balkan belum sampai 77 tahun bubar. Banyak negara yang sekarang di peta tidak ada lagi," kata Muzani. 

"Itu sebabnya Partai Gerindra ingin Prabowo jadi presiden. Partai Gerindra harus menjadi garda terdepan dalam menguatkan NKRI. Kita ingin Prabowo presiden karena visi beliau adalah memperkuat Pancasila, memperkuat persatuan dan kesatuan," tambahnya. 

Muzani melanjutkan, tidaklah mudah mempertahankan sebuah negara yang berdiri dari banyaknya keberagaman. Menyatukan negara yang berbeda etnis, agama, budaya, dan agama tidaklah gampang. Tapi, kata Muzani, para pendiri bangsa Indonesia telah berhasil dan bersepakat bahwa perbedaan merupakan kekuatan untuk Indonesia tetap bersatu. 

"Lihatlah yang hadir duduk di sini. Ada yang Melayu, ada yang Batak, Dayak, Bugis, Jawa dan lainnya. Itu artinya Partai Gerindra ikut berkomitmen untuk menjadi kekuatan politik yang menyatukan persatuan dan kesatuan bangsa untuk Indonesia raya. Perbedaan dan keberagaman menjadi nilai-nilai dan keniscayaan politik Partai Gerindra untuk kita menjadi kokoh yang disebut dengan Bhineka Tunggal Ika," jelas Wakil Ketua MPR itu. 

Muzani menambahkan, itu sebabnya Partai Gerindra ingin Prabowo Subianto jadi presiden RI pada Pemilu 2024 mendatang. Partai Gerindra harus menjadi pemenang pada Pileg 2024 mendatang. Karena kekuatan politik Partai Gerindra adalah kekuatan politik yang menyatukan perbedaan.

"Itulah sebabnya Prabowo bergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf. Beliau tidak ingin persatuan kesatuan bangsa kita yang telah dibangun para pendiri bangsa berpuluh-puluh tahun itu terkoyak hanya karena urusan Pilpres," tegas Muzani. 

"Bila Allah takdirkan 2024 Prabowo jadi presiden, inilah yang akan kita pertahankan sebagai kekuatan politik Republik Indonesia. Di bawah panji-panji Pancasila dan bendera Merah Putih bahwa kita akan menjadi kekuatan politik perekat dan pemersatu dalam perbedaan dan keberagaman. Jangan pernah meragukan bagaimana Gerindra terus berupaya dalam menjaga dan mepertahankan persatuan dan kesatuan bangsa kita," tutup Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.

Yel-yel Prabowo Presiden dari para pengurus dan anggota dewan bergemuruh gembira usai sambutan dari sekretaris jenderal Partai Gerindra itu usai.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update