Kabel Bawah Laut PLN Trase Lingga Batam Selesai Awal 2023
×

Adsense

Adsense Mobile

Kabel Bawah Laut PLN Trase Lingga Batam Selesai Awal 2023

Sabtu, 10 September 2022 | 00.30 WIB Last Updated 2022-09-09T17:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ansar Ahmad melakukan audiensi bersama PLN
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad melakukan audiensi bersama Manajer PT. PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang dan Manager PT. PLN (Persero) UP2K Tanjungpinang. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad terus mengawal realisasi Program 'Kepri Terang' yang digagasnya. Untuk itu Gubernur Ansar melakukan koordinasi dan menerima audiensi Manager PT. PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang dan Manager PT. PLN (Persero) UP2K Tanjungpinang, di Tanjungpinang, Rabu (07/09/2022). 

Agenda pembangunan yang dibahas dalam audiensi tersebut diperluas jangkauan jaringan kabel laut untuk ruas Pulau Lingga-Pulau Seraya-Pulau Singkep, Kabupaten Lingga dan ruas Pulau Batam-Pulau Buluh, Kota Batam. 

Menurut Kepala Dinas ESDM, Muhammad Darwin, yang mendampingi Gubernur Kepri dalam pertemuan tersebut, ketika proyek ini selesai dibangun, beberapa permasalahan kelistrikan di pulau-pulau lain dapat diselesaikan.

PLN menargetkan Proyek pembangunan kabel laut ini akan selesai pada semester pertama tahun 2023. Dengan selesainya proyek ini, tenaga-tenaga operator Genset, alokasi bahan bakar dan sebagainya yang sebelumnya diterapkan di Pulau Buluh Batam, Daik, dan Dabo, dapat dialihkan untuk meningkatkan kelistrikan di kawasan pulau-pulau yang belum maksimal.

"Seperti nantinya Pulau Pangkil menjadi 24 jam, Tanjung Pelanduk menjadi 14 jam. Menyelesaikan proyek yang satu ini bisa menyelesaikan beberapa masalah yang lain" ujar Darwin.

Dimana, tambah Darwin, sebenarnya prasarana di pulau-pulau yang menjadi konsentrasi untuk meningkatkan jam penyalaan listriknya sudah, tapi masih kekurangan tenaga alih daya atau tenaga operator.

Di pihak lain, Darwin menyatakan dengan rasio desa berlistrik di Kepri yang sudah mencapai 100 persen, sekarang perhatian Pemprov Kepri adalah mengalirkan listrik di pulau-pulau berpenghuni yang belum berlistrik. Menurutnya masih ada lebih dari 100 pulau yang perlu dialiri listrik di seluruh Kepri. 

"Tahun ini kita bisa menyelesaikan kelistrikan di 7 pulau dengan program kelistrikan dari APBD. Kita memang membutuhkan biaya besar untuk menangani ini. Kita kerja sama juga dengan PLN, mana yang bisa dihandle PLN akan di handle PLN" ungkapnya.

Kemudian, Darwin memaparkan masih ada Dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang menawarkan penyambungan listrik ke rumah-rumah masyarakat tidak mampu dan di wilayah terluar, tertinggal, terdepan (3T). 

"Dana-dana CSR dari perusahan migas, tambang, dan perusahaan ketenagalistrikan dikumpulkan dan disalurkan kepada masyarakat-masyarakat yang sudah ada jaringan listriknya tapi belum mampu untuk menyambungkan listrik ke rumahnya" tutup Darwin.

(ron/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update