Kapolres Agam Sebut Pelaku Perampokan Emas 1,2 Kg Masih Diburu
×

Adsense

Adsense Mobile

Kapolres Agam Sebut Pelaku Perampokan Emas 1,2 Kg Masih Diburu

Rabu, 21 September 2022 | 03.00 WIB Last Updated 2022-09-21T03:33:59Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Kapolres Agam jenguk korban perampokan Emas 1,2 Kg
Kapolres Agam jenguk korban perampokan Emas 1,2 Kg. (f/humas)

AGAM, Mjnews.id - Kapolres Agam, AKBP Ferry Ferdian, S.I.K mengunjungi kediaman Kamaruzaman (47), di daerah Panta Pauh, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Selasa (20/9/2022). Ia merupakan korban perampokan emas 1,2 kg pada Jum’at (16/9/2022) lalu.

Kunjungan Kapolres Agam bersama jajarannya itu, untuk mengungkapkan rasa keprihatinan atas musibah yang menimpa pedagang emas yang menjadi korban aksi perampokan sadis itu, yang tidak hanya menyikat 1,2 kg emas dan uang tunai Rp 250 juta miliknya, namun juga menyakiti korban dengan menembak paha sebelah kanannya.

Saat membesuk korban, Kapolres Agam itu meminta doa restu dari keluarga korban dan masyarakat sekitar, agar upaya pencarian terhadap pelaku yang berhasil lolos usai menjalankan aksinya itu, bisa segera ditangkap dan dijatuhi hukuman sesuai aturan hukum yang berlaku.

Selain itu, Kapolres Agam juga menegaskan, usai membesuk korban tersebut, ianya akan langsung bergabung dengan tim untuk memburu para pelaku yang saat ini masih kabur.

Kapolres Agam AKBP. Ferry Ferdian melalui Riqoel Sikumbang, staf Humas Polres Agam, menyebutkan, hingga kini, pihaknya masih berupaya secara maksimal untuk menangkap para pelaku dan mengusut setuntas tuntasnya kasus itu.

“Kita akan kerahkan personil semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus perampokan itu, agar semua pelaku yang terlibat bisa ketangkap dan barang-barang yang hilang bisa kembali lagi, untuk itu saya mohon doanya, semoga tim yang telah saya bentuk ini berhasil menangkap pelaku,” harapnya.

Secara khusus, Kamaruzaman, korban perampokan yang masih terbaring lemah di kediamannya itu, mengucapkan terimakasih atas perhatian dan dukungan Kapolres Agam tersebut, bahkan sengaja membesuk kerumahnya untuk menyampaikan ungkapan prihatin dan rasa duka itu.

“Baru kali ini saya dengar, Kapolres Agam langsung kerumah korban, untuk memberikan motivasi dan meyakinkan korban bahwa pihaknya akan berupaya maksimal untuk mengungkap kasus. Mudah-mudahan para pelaku bisa segera ditangkap,” harap Kamaruzaman.

Kasus perampokan yang menggegerkan masyarakat Sumbar itu, terjadi Jumat,(16/9) sore, usai korban bersama adiknya Yuliandri (45), pulang berdagang emas dari Pasar Lawang, Kecamatan Matur.

Sebelum dirampok, korban sempat diintai sejak berangkat pulang dari pasar Lawang menuju rumahnya, hingga sesampai di TKP dekat Bukik Apik jalan lintas Matur – Padang Luar Bukittinggi, mobil avanza warna hitam milik korban dengan nomor polisi BA 1219 TD dipepet bahkan ditabrak sebanyak 2 kali oleh mobil kijang nomor polisi B 1830 YG yang dikemudikan para perampok.

Karena terdesak dan tidak ada kesempatan untuk menghindar, akhirnya korban memilih untuk berhenti, dan saat itu kawanan perampok langsung menyergap korban, dan memaksa untuk membuka pintu mobil sambil menodongkan senjata seperti pistol.

Karena merasa takut, korban membuka pintu mobilnya, lalu pelaku langsung memukul kepala korban dan kemudian merampas tas korban yang saat itu berisi emas 24 karat seberat 1,2 kg dan uang tunai sebanyak Rp. 250 juta rupiah, bahkan saat itu korban Kamaruzaman sempat ditembak di bagian paha sebelah kanannya hingga dilarikan ke RS. Ahmad Mukhtar Bukittinggi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara mobil yang dikendarai pelaku saat merampok, diduga mengalami kerusakan hingga terbakar, saat berusaha kabur usai melakukan perampokan.

Sementara pelaku yang diduga berjumlah empat orang dengan ciri-ciri berpakaian serba hitam itu berhasil kabur memasuki hutan belantara di belakang SMA daerah Sungai Jariang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam yang hingga saat ini masih diburu oleh aparat kepolisian.

(hms/eds)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update