Massa PERPAG Datangi Pendopo Kebumian Tuntut Pencabutan HGB Pabrik Semen Gombong
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Massa PERPAG Datangi Pendopo Kebumian Tuntut Pencabutan HGB Pabrik Semen Gombong

Senin, 26 September 2022 | 13.30 WIB Last Updated 2022-09-26T09:53:20Z

Advertisement

Advertisement

Kebumen, MJNewa.id - Terkait dengan kemungkinan diperpanjangnya izin hak guna bangunan pabrik semen Gombong yang ada di wilayah Kecamatan Buayan, mendapatkan penolakan dari ratusan masyarakat yang ada di sekitaran kawasan Gombong Selatan, Senin (26/09/2022).

Aksi damai ratusan masyarakat yang tergabung dalam PERPAG digelar di depan pendopo kebumian yang di ikuti ratusan massa dari masyarakat desa yang ada di wilayah Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Ratusan Massa yang datang menggunakan kendaraan truck, mobil bak terbuka dan selanjutnya massa PERPAG melakukan long march dan sempat berorasi di depan gedung DPRD Kebumen sebelum melanjutkan perjalanan jalan kaki menuju Pendopo kebumian

Saat massa melakukan orasi di depan gedung DPRD menyampaikan permintaan nya supaya anggota DPRD mau menemui peserta aksi untuk mengeluarkan statement terkait tuntutan PERPAG, tetapi menurut keterangan staff yang ada di kantor DPRD Kebumen seluruh anggota Dewan DPRD Kebumen sedang tidak ada di kantor dikarenakan sedang menjalani reses dan selanjutnya massa kembali melanjutkan perjalanan menuju Pendopo Kebumian untuk menyampaikan tuntutan di hadapan bupati.

Saat di pendopo Kebumin masa yang awalnya ingin bertemu dengan Bupati untuk menyampaikan beberapa tuntutan mendapatkan kabar jika Bupati sedang ada kegiatan kunjungan kerja di luar kota.

Dalam aksinya ratusan masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Penyelamat Kars Gombong (PERPAG) melalui kordinator lapangan Nanang Triaji menyampaikan beberapa tuntutan mulai dari cabut izin HGB PT.Semen Gombong serta diberikan pengelolaan kawasan karst Gombong kepada Rakyat.

Nanang Triaji menyampaikan alasan nya kenapa pihak PERPAG mengajukan tututan itu dikarenakan karst merupakan batuan kapur yang telah terbentuk sedemikian rupa, dapat menyerap air dan membentuk sungai bawah tanah di dalamnya.

Nanang menambahkan bahwa air yang terdapat dibawah krast ini bahkan dapat menghidupi hingga Kecamatan Buayan, Ayah, Rowokele, Kuwarasan dan Kecamatan lainnya.

"Jika pengelolaan kawasan karst Gombong masih berada ditangan PT.Semen Gombong maka ancaman kerusakan lingkungan akan selalu ada," katanya.

Dijelaskan nya bahwa pemegang HGB dapat mengalih fungsikan HGB. Artinya kendati PT.Semen Gombong mengatakan akan menggunakan sebagian kawasan sebagai perkebunan, tidak ada jaminan 5-10 tahun yang akan datang mereka tidak mengalihfungsikannya menjadi tambang kembali.

"Jika mereka mengatakan tidak akan menambang di semua titik, bagi kami hal ini juga akan berdampak pada keseluruhan kawasan karst karena kerusakan di satu titik akan berdampak pada kerusakan di titik lain," ucapnya.

Masyarakat pun juga merasa khawatir apabila HGB (Hak Guna Bangunan) diperpanjang status Kawasan Kars Gombong akan berubah menjadi Kawasan Budidaya sehingga tidak menutup kemungkinan akan adanya rencana aktivitas penambangan sehingga masyarakat akan kehilangan mata air untuk kehidupan anak cucu di desanya tersebut.

"Atas dasar itu maka Persatuan Rakyat Penyelamat Kars Gombong (PERPAG) melaksanakan Audensi kepada Bapak Bupati Kebumen selaku Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria Kab. Kebumen untuk segera menyelesaikan Konflik Agraria yang sudah berkepanjangan ini," tutupnya

(Dana)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update