Asyik! Warga Tanjungpinang dan Bintan Kini Bisa Nonton World Cup 2022 Gratis

Pemancar digital di kawasan Senggarang
Pemancar digital yang dibangun di kawasan Senggarang, Tanjungpinang. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id – Stasiun TV nasional, SCTV yang tergabung dalam EMTEK Group sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2022, mulai mengoperasikan pemancar digital yang dibangun di kawasan Senggarang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) sejak Minggu (04/11/2022). 

Ketua KPID Kepri, Hengky Mohari bersama tim SCTV melakukan pengujian kekuatan dan coverage sinyal digital di beberapa titik di wilayah Tanjungpinang dan Bintan, Senin (05/12/2022). Menurut Hengky, dari pengujian di beberapa titik, hasil yang didapatkan terbilang memuaskan dengan kekuatan sinyal yang baik.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemancar digital SCTV di Senggarang sudah aktif, jadi masyarakat Tanjungpinang dan Bintan sekarang sudah bisa menyaksikan siaran SCTV dengan kualitas bagus, tidak ada lagi freeze, hilang sinyal, jadi masyarakat bisa menyaksikan piala dunia yang saat ini tayang di SCTV dengan jernih dan gratis,” kata Hengky di sela-sela pengujian sinyal di daerah Simpang Ganet, Tanjungpinang.

Hengky menuturkan, dari pengujian di beberapa wilayah seperti Btau 8, Ganet, Toapaya, sampai ke Kawal, hanya dengan tiang setinggi kurang lebih 3 meter, dengan arah antena yang baik sudah dapat menangkap siaran EMTEK Grup dengan baik.

Baca Juga  Gubernur Kepri Motivasi Siswa SMKN 7 Batam dengan 4 Kunci Sukses Ini

“Masyarakat Tanjungpinang dan Bintan sekarang untuk menangkap siaran grup EMTEK tidak perlu lagi tiangnya tinggi-tinggi, cukup tiang lebih kurang 3 meter bisa menangkap siaran digital,” ujarnya.

Memang sebelumnya pemancar digital di Pulau Bintan hanya tercover oleh penyelenggara multipleksing (Mux) dari TVRI di Kijang, dan mengandalkan siaran digital dari beberapa Mux di Batam yang lebih dulu beroperasi seperti SCTV, RCTI, TVRI, dan TransTV yang cakupannya hanya sampai ke beberapa wilayah pesisir Pulau Bintan. 

“Kekuatan pemancar waktu masih siaran simulcast dari Batam baru 600 watt, setelah ASO, kekuatan pemancar sudah ditingkatkan menjadi 1800 watt. Ditambah dengan pemancar di Tanjungpinang, kami yakin wilayah di Pulau Bintan itu sudah tercover semua dengan frekuensi SCTV,” jelas Hengky.

Sebagai informasi, Analog Switch Off (ASO) atau dinonaktifkannya siaran analog di Kepri sudah resmi diberlakukan sejak 3 Desember yang lalu. Sebelum ASO, di Batam dan Tanjungpinang hanya ada 9 siaran tv analog. Saat ini dengan siaran digital sudah ada 25 siaran televisi digital dalam negeri, plus bonus 20 saluran dari Singapura dan Malaysia.

Baca Juga  Festival Jajanan Nusantara Karimun 2022 Sajikan Kuliner Berbagai Daerah

Hengky menambahkan, penyelenggara Mux saat ini khususnya TVRI sudah mengaktifkan pemancar digital hampir di seluruh wilayah Kepri.

“Di Anambas, Natuna mereka sudah on, yang belum di Lingga, sedangkan di Karimun masih tahap pembangunan dan penjajakan lahan. Kalau RCTI dan Trans di Batam juga sudah menaikkan power pemancarnya hingga rata-rata 2.000 watt” ungkap Hengky.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri, Hasan mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri selalu mendukung pelaksanaan ASO. Menurutnya upaya Pemda bersama KPID saat ini terus berkoordinasi dengan penyelenggara Mux agar siaran digital dapat tercover merata di seluruh Kepri.

“Terkait penyiaran, itukan kewenangan Pemerintah Pusat, namun sesuai amanat UU Cipta Kerja dan arahan Gubernur Ansar Ahmad, Pemprov Kepri akan terus berupaya agar masyarakat seluruh Kepri dapat menikmati siaran TV digital,” ujarnya.

(ron/isb)