Ketika Asman Abnur Ajak Urang Kampung Hadiri Alek Baminantu di Batam

rombongan foto bersama Shadiq Pasadigoe
Sebelum naik pesawat, rombongan foto bersama Shadiq Pasadigoe, mantan Bupati Tanah Datar dua periode. (f/dok)

Batam, Mjnews.id – Dr. H. Asman Abnur, putra Padang Sago, Kabupaten Pariaman, Provinsi Sumatera Barat yang “baminantu” di Batam mengajak urang kampung untuk menghadirinya.

Orang kampung yang diajak mulai dari pejabat nagari, alim ulama dan bundo kandung sampai kepada yang telah memegang jabatan di perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rombongan berangkat dari Bandara Internsional Minangkabau (BIM) pada Sabtu (17/12/22) dengan pesawat Batik Air. Pas pukul 9.15 WIB, pesawat terbang take off. Selama di atas rombongan ada diam seribu bahasa dan ada pula yang bercerita kisah dapat naik pesawat gratis pulang pergi (PP) dan menginap di hotel berbintang.

“Ini memang nikmat tidak terduga sama sekali. Kalau samo pitih saku awak, mungkin alun taliek lai doh,” ujar Ali Akbar Tuanku Mudo sambil menyunggingkan senyumnya.

Baca Juga  Polres Pariaman Bekuk Pembawa 33 Paket Sabu di Sungai Limau

Kardinur yang ditugaskan sebagai protokoler rombongan terlihat mondar-mandir di atas pesawat dari muka ke belakang, saat ditanya. “Manga bajalan juo lai?”

Kardinur langsung berucap, “anggota awak indak basobok,” jawab putra V Hindu Nagari Batu Kalang Utara ini.

Kemudian Hj. Suarni Alif langsung instruksi. Teleponlah. Setelah itu Kartini langsung pula menjawab. “Apo yang ka ditalepon, gaek ko indak ado henpon doh,” dengan bahasa kampungnya.

Lain pula cerita salah seorang anggota rombongan saat akan turun pesawat tanpa memeriksa tas tentengannya langsung saja memasangkan tali tas ke bahunya seperti memakai ransel. Saat ditegur oleh isterinya. “Iko lai indak salah ambiak tas urang. Salah ambiak baa. Kan tas awak disinan balatakkan tadimah,” ujar laki laki sok parlente itu.

Baca Juga  DWP Padang Pariaman Raih Juara III E-Reporting dan Juara Favorit Merangkai Bunga

Setelah keluar dari pesawat karena rombongan ada yang dapat kursi di belakang tentu keluarnya agak terlambat. Saat menunggu di bawah datanglah yang punya tas. “Ungku tolong bawo tas awak. Astaqfirullah. Salah angkek awak tadi mah. Indak ditolong bawo tas awak doh. Indak awak takuik malatuih beko,” timpal laki laki punya kumis itu.

“Jemput saja kembali masih ada di dalam pesawat,” sela ucap Kepala MTsN Padang Sago, Zam Haril.