Soal Peredaran Vape Liquid, DPR akan Minta Klarifikasi BPOM

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago. (f/ist)

JAKARTA, Mjnews.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago akan meminta penjelasan terkait dengan peredaran rokok listrik atau Vape Liquid serta efek dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) .

“Memang hal tersebut harus diatur dan saya akan coba bicarakan dengan BPOM serta meminta klarifikasi terkait masalah izin edar dan efek samping rokok electrik ini mengenai cairan nikotin dan bahan kimia lainnya,” kata Irma kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (14/1/2023).

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Anggota Baleg DPR RI, Firman Soebagyo mengatakan dalam pembahasan revisi UU POM dan RUU omnibuslow Kesehatan perlu adanya regulasi yang mengatur tentang penggunaan rokok elektrik atau Vape liquid karena sangat beresiko tinggi bagi kesehatan manusia.

Baca Juga  LaNyalla: Pasal 33 UUD 1945 Ayat 1, 2 dan 3 adalah Blue Print Welfare State

Vape atau rokok elektrik merupakan rokok penghantar nikotin elektronik. Dalam rokok elektrik terdapat tiga komponen penting atau komponen utamanya yaitu baterai, elemen pemanas atau komponen untuk memanaskan liquid atau cairan vape, dan tabung untuk menampung cairan vape (cartridge).

Sebelumnya diberitakan, Anggota Baleg DPR RI, Firman Soebagyo mengatakan, dalam pembahasan revisi UU POM dan RUU omnibuslaw Kesehatan, perlu adanya regulasi yang mengatur tentang penggunaan rokok elektrik atau vape liquid karena sangat beresiko tinggi bagi kesehatan manusia.

Baca Juga  Reses ke Nias Barat, Penyabar Nakhe: Saya Akan Selalu Berjuang untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Mestinya ada aturan yang mengatur tentang penggunaan vape dan tindakan pencegahan sebelum vape memberikan efek buruk bagi penggunanya dan lingkungan masyarakat serta tindakan penanggulangan bagi yang terkena efek buruk pemakaian vape,” ujarnya, Rabu (11/1/2023).

(*/eki)