Wisuda 110 Guru Penggerak, Bupati Pessel: Jangan Anggap Status Eksklusif!

Rusma Yul Anwar
Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar. (f/canang)

Pesisir Selatan, Mjnews.id – Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Drs. Rusma Yul Anwar, M.Pd menegaskan, status guru penggerak jangan dianggap eksklusif, karena yang utama adalah kolaborasi. 

Hal itu diungkapkan Rusma Yul Anwar di hadapan 110 Wisudawan/Wisudawati Guru Penggerak Angkatan IV Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2023, di Painan Convention Centre, Sabtu, (14/01/2023)

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Rusma Yul Anwar mengatakan, program guru penggerak ini merupakan tugas besar yang harus dilaksanakan oleh guru yang membutuhkan daya juang tinggi dan jangan patah semangat.

Dikatakan, inilah tanggung jawab yang paling diharapkan dari guru. Hal ini seiring dengan program  pemerintah, dalam upaya peningkatan SDM Guru dan kualitas pendidikan di Pesisir Selatan. 

Baca Juga  Gerakan Literasi Guru MTsS Lubuk Kilangan Pecah Rekor Dua Puluh Goresan

“Sesuai Permendikbud Nomor 40 tahun 2020 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Bahwa Guru Penggerak dapat diangkat Sebagai Kepala Sekolah. Selamat Kepada Wisudawan/Wisudawati Guru Penggerak Pesisir Selatan Angkatan ke IV. Selanjutnya Status sebagai Guru Penggerak jangan hanya dijadikan ia sebagai jalur Karies untuk menjadi pengawas atau Kepala Sekolah. Karena, akan hilang ruhnya,” terangnya. 

Rusma Yul Anwar menjelaskan, pendidikan siswa jangan diisi dengan kemampuan secara intelektual saja, tapi butuh hal hal lain untuk melengkapinya. 

“Kearifan dan kehalusan budi pekerti, mestilah terpikirkan,” ujarnya. 

Rusma Yul Anwar menjelaskan, kecedasan inteletual dan nilai-nilai perlu diimplentasikan dalam mengajar. Tempatkan anak didik kita sama, sebagai manusia, sebab antara kita hanya usia yang membedakan. 

Baca Juga  Polda Sumbar Salurkan Ribuan Paket Bansos ke Komunitas Ojek, Angkot dan Betor

“Untuk pembinaan SDM kedepan, tidak ada batasan ketika ada keinginan untuk mencapainya,” ucapnya. 

Dikatakan, semua potret pendidikan di Pesisir Selatan harus berubah. Untuk itu, pihaknya tidak ingin ada lagi toleransi jika tidak bisa memberi keteladanan.

“Tidak perlu pujian, kata-kata bagus. Tetapi perlu hasil yang bagus dari apa yang kita lakukan. Tentu butuh waktu. Kedepan, pastinya, harus ada perubahan dan semua standar pelayanan minimal di sekolah harus dituntaskan. Manakala, ada yang menuntut kwalitas, tidak perlu jawaban, tunggu saja hasinya,” tambahnya.

(canang)