Gubernur Sumbar Batal Divaksin Covid-19, Danrem 032 Wirabraja yang Pertama

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Gubernur Sumbar Batal Divaksin Covid-19, Danrem 032 Wirabraja yang Pertama

Kamis, 14 Januari 2021 | 14:00 WIB Last Updated 2021-01-14T18:02:06Z
Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Arief Gajah Mada disuntik vaksin Covid-19 di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (14/1/2021). Danrem yang pertama disuntik vaksin di daerah ini bersama sejumlah pejabat lainnya. (ist)

mjnews.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno dan sejumlah pejabat tinggi di daerah ini dijadwalkan ikut vaksin pertama Kamis (14/1/2021) di aula kantor gubernur. Tiba saat yang ditunggu, gubernur mengumumkan dirinya tak jadi divaksin karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk divaksin.


”Saya sudah menunggu waktu 11 bulan, namun saat jadwalnya tiba saya tidak bisa divaksin. Sebab kondisi saya tidak memungkinkan secara medis untuk divaksin,” kata Irwan, beberapa saat jelas pemberian vaksin berlangsung.


Kondisi kesehatan Irwan terganggu setelah menerima hasil pemeriksaan dari pihak RSUP M. Djamil Padang. Sebab pada Rabu (13/1) dia memeriksa kesehatan. Malamnya didapat kabar kalau kesehatan orang nomor satu di Sumbar itu tidak memungkinkan untuk divaksin.


”Saya akan divaksin setelah kondisi stabil. Semua keluarga kecuali yang pernah positif Covid-19 akan divaksin,” terang Irwan.


Disebutkannya, vaksin penting bagi kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19. Vaksin juga sudah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) maka tidak perlul lagi dicemaskan vaksin tersebut.


Setelah nama gubernur, pemberian vaksin dilakukan sejumlah pejabat tinggi lainnya seperti Kajati Sumbar, wakapolda, kepala BIM. Kondisi kesehatan mereka juga tidak memungkinkan untuk divaksin. Seperti tensi tinggi dan komorbit.


Vaksin pertama akhirnya dilakukan pada Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Arief Gajah Mada. Sebab Kondisi kesehatannya memungkinkan untuk divaksin.


Proses vaksin pertama itu berjalan lancar hingga 30 menit kemudian.


”Rasanya ga sakit. Biasa aja seperti digigit semut,” katanya usai divaksin. Dia duduk di posisi semula sebelum pemberian vaksin, sambil menunggu waktu 30 menit, untuk melihat efek samping vaksin yang disuntikkan ke lengan kirinya.


Arif, mengatakan dirinya masih segar setelah divaksin. Karena ia yakin vaksin ini aman dan halal. Untuk masyarakat untuk jangan ragu dan khawatir dengan vaksin ini. Tujuan masyarakat divaksin untuk mencegah penularan Covid-19.


Selain itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Sumbar Jasman Rizal, yang juga menjadi salah seorang yang divaksin di hari itu, juga menyebutkan tidak merasakan efek apa-apa setelah beberapa menit divaksin.


Jasman Rizal menjelaskan, dalam pencanangan vaksinasi Covid-19, selain Irwan Prayitno, ada beberapa pejabat lain yang juga batal divaksin hingga saat itu.


Rencananya ada 12 pejabat sudah siap untuk divaksinasi, namun alasan kesehatan terpaksa ditunda untuk melakukan vaksinasi.


Ada 16 poin persyaratan yang bisa menerima vaksin di antaranya tidak pernah terkonfirmasi Covid-19, tidak ada riwayat kontak erat dengan pasien corona, bukan ibu hamil, tidak memiliki riwayat penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, ginjal, jantung, HIV dan memiliki penyakit asma.


Adapun untuk tahap pertama pejabat yang lolos kesehatan untuk divaksin Covid-19 adalah Danrem 032/Wirabraja Brigadir Jenderal TNI Arief Gajah Mada, Ketua IDI Sumbar dr. Pom Harry Satria, Sp.OG, Dandenkesyah Letkol Ckm Zulfikar, S.K.M, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Firdaus Umar, S.Si., Apt., Kepala Dinas Kominfo Sumbar Drs. Jasman MM, Kepala Laboratorium Pusat Dianogstik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand, Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc, dan Ketua PERSI Sumbar Dr. dr. Yusirwan, Sp.B, Sp.BA (K), MARS.


Vaksin Sinovac telah sampai di Padang pada Selasa pagi (5/1/2021). Vaksin itu disimpan di dinas kesehatan Sumbar. Jumlahnya 36.920 dosis, yang akan disuntikkan untuk tenaga kesehatan dan petugas pendamping kesehatan.


(rel/eds)

×
Berita Terbaru Update