Ketika Pengelola Upgrading Tenaga Pelatihan BLK Komunitas Ikuti Rapid Test Antigen

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 4 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.467 251 27.798 652
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Ketika Pengelola Upgrading Tenaga Pelatihan BLK Komunitas Ikuti Rapid Test Antigen

Jumat, 01 Januari 2021 | 00:02 WIB Last Updated 2020-12-31T17:02:00Z
Salah seorang peserta Upgrading Tenaga Pelatihan BLK Komunitas sedang menjalani rapid test antigen. (ist)

mjnews.id - Perubahan aturan masuk dan keluar bandara membuat panitia Upgrading Tenaga Pelatihan BLK Komunitas, meminta kembali KTP masing-masing peserta untuk di-share ke grup WhatsApp (WA).


Ya, wajib rapid test antigen. Dokumen rapid test antibodi sudah tak berlaku lagi. Dan antigen itu mulai berlaku sehari setelah peserta Upgrading Tenaga Pelatihan BLK Komunitas se-Indonesia sampai di Horison Ultima Bekasi, Jawa Barat.


KTP meluncur ke grup WA, jadwal rapid tes antigen pun ditayangkan panitia. Dibagi secara bergiliran, yang dimulai dari panitia, instruktur, dan terakhir peserta dari angkatan X hingga angkatan XIII.


Ketua Kelas Angkatan XII Ahmad Nawawi Siregar bersama Sekretaris Delima Fasluki, atas saran Instruktur Robert B Sitorus mengorganisir dan minta seluruh peserta di kelas itu, untuk siap-siap mengikuti rapid demikian. Rapid yang dimulai pukul 08.00 WIB, Senin itu menjadi cerita menarik tersendiri di kalangan peserta yang mengikuti Upgrading Pengelola Tenaga Pelatihan BLK Komunitas dari 17-23 Desember tersebut.


Ribut, ya tanda peserta banyak, dari berbagai latar belakang pendidikan yang berkecimpung di BLK Komunitas yang beroperasi di pesantren dan yayasan. Ada yang timbul rasa takut, ngeri, dan ada juga yang menganggap rapid antigen itu biasa-biasa saja sehingga dalam antrian rapid antigen berjalan.


Sebanyak 30 orang yang tergabung di angkatan XII, semuanya sehat, dan aman dari hal-hal yang ditakuti jelang rapid. Ada yang positif, tapi tidak di kelas angkatan XII.


"Biasanya tiap angkatan itu ada yang korban," kata Robert B Sitorus mengingatkan para peserta untuk terus menegakkan Prokes.


Kapan perlu pakai masker dua buah, supaya bisa melindungi diri dan orang lain secara maksimal.


Ketua Kelas Nawawi Siregar dari BLK Komunitas Darul Ulum Yapa Pasaman, Sumatera Barat ini agak ngeri juga mengikuti rapid tersebut. Sampai-sampai petugas kesehatan yang menghadapinya butuh dua tangan bekerja. Satu tangannya memasukkan alat ke lobang hidung, dan satunya lagi memegang bagian kepalanya, lantaran Nawawi Seregar terkesan mengelak untuk di-rapid antigen.


Aduh, aaakh, begitu suara yang terdengar dari pengelola dan pimpinan BLK Komunitas yang mengikuti Prokes itu. Petugas kesehatan yang lengkap pakai baju anti virus, tentu senyum-senyum saja melihat tingkah orang yang di-rapid-nya.


"Rapid test antigen ini adalah dokumen penting, yang nantinya akan digunakan di bandara saat pulang kampung usai upgrading," kata panitia menjelaskan, agar semua peserta yang 100 orang lebih dari seluruh wilayah di Indonesia semangat mengikuti rapid demikian.


Upgrading Tenaga Pelatihan BLK Komunitas yang diikuti 100 lebih peserta yang merupakan telah mengikuti pelatihan dan Uji Kompetensi (UJK) sebelumnya, adalah memberikan gambaran dari Kemnaker RI, agar BLK Komunitas yang berbasis di pesantren dan yayasan bersiap-siap untuk mandiri.


Ya, mandiri mengelola yang selama ini berkegiatan atas adanya bantuan program paket pelatihan dari Kemnaker melalui BLK binaan masing-masing. Dari Sumbar ada tiga BLK Komunitas yang ikut upgrading kali ini, yakni BLK Komunitas Madrasatul 'Ulum, Padang Pariaman, BLK Komunitas Darul Ulum Yapa Kabupaten Pasaman, dan BLK Komunitas Tungkar, Kabupaten Limapuluh Kota.


Totalnya, yang di bawah binaan BLK Padang ada enam BLK Komunitas yang ikut. Tiga dari Sumbar dan tiga pula dari Riau. "Kunci keberhasilan untuk mencapai mandiri, adalah kepiawaian pimpinan dan pengelola BLK Komunitas itu sendiri. Bagaimana dia merawat jejaring, mengembangkan kreatif melalui komunikasi dengan banyak pihak di lingkungan BLK Komunitas itu sendiri," sebut Robert B Sitorus.


Ahmad Nawawi Siregar yang mewakili BLK Komunitas di bawah binaan BLK Padang menyampaikan apresiasi kepada Kemenaker, dan khusus BLK Padang di bawah pimpinan Syamsi Hari sangat luar biasa membimbing BLK Komunitas ini.


"Tentunya, atas kerja sama yang bagus dengan BLK Padang, kita siapkan seluruh kebutuhan dan analisa peluang dan ancaman di masing-masing lingkungan BLK kita, menuju semangat kemandirian ini," ulas Nawawi Siregar yang juga Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pasaman ini.


(*)

×
Berita Terbaru Update