Zona Reptil dan Kandang Harimau di TMSBK Bukittinggi Diresmikan

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Zona Reptil dan Kandang Harimau di TMSBK Bukittinggi Diresmikan

Kamis, 14 Januari 2021 | 12:03 WIB Last Updated 2021-01-14T17:39:57Z
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias saat meresmikan zona reptil dan kandang harimau di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK), Rabu (13/1/2021). (ist)

mjnews.id - Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias meresmikan zona reptil dan kandang harimau di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK), Rabu (13/1/2021) lalu.


Peresmian dua area tersebut dihadiri oleh anggota  Forkopimda Kota Bukittinggi, Sekretaris Daerah, Asisten dan Kepala SKPD.


Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Supadria, pembangunan kedua zona itu sesuai dengan rencana induk (master plan) TMSBK area kebun binatang disusun tahun 2018. Kemudian tahun 2019 dibangun kandang tahap 1 yang meliputi pekerjaan struktur pada zona burung dan zona reptil dengan anggaran Rp9,1 miliar.


Sedangkan pada 2020 dilanjutkan pembangunan tahap 2 meliputi finishing dan utilities zona burung dan zona reptil, sementara pembangunan zona karnivora berupa pembenahan kandang harimau dan pembuatan terowongan harimau beserta prasarana pelengkap lainnya dengan anggaran sebesar Rp14,4 miliar.


Zona Reptil terdiri dari bangunan indoor dan outdoor. Pada bangunan indoor terdapat 23 buah ruang dari kaca yang diisi 13 jenis ular dan 10 jenis kadal-kadalan. Bangunan outdoor diisi 9 ekor kura-kura Emys (Kaki Gajah) dan sepasang buaya muara Porosos serta biawak Salvator Sumatera.


Sementara kandang harimau didesain agar harimau nyaman dan sejahtera sekaligus pengunjung dapat berinteraksi lebih dekat lewat kaca setebal 26 mm untuk keamanan dan antisipasi gempa. Walaupun tetap disiagakan pawang dan petugas keamanan.


Untuk tahun 2021 telah dianggarkan dana sekitar Rp200 juta untuk pembangunan fasilitas dalam kandang satwa.


Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, pembenahan TMSBK sebagai kebun binatang tertua di Indonesia menjadi pilot project perubahan wajah kebun binatang sebagai lembaga konservasi, sehingga muncul visi wacana bahwa TMSBK Bukittinggi mampu menjadi lembaga konservasi terdepan di Asia Tenggara. Peresmian hari ini sudah menapak jalan menuju visi tersebut.


Zona Reptil diharapkan menjadi sumber kepuasan baru bagi pengunjung, begitupun ruang exhibit Harimau Sumatera ini. Pembangunan dua area ini telah memprioritaskan prinsip kesejahteraan satwa. Sesuai dengan fungsi konservasi untuk menjaga dengan baik satwa yang sudah semakin langka, khususnya Harimau Sumatera. Dengan diresmikan hari ini, maka kedua obyek tersebut dibuka untuk dikunjungi pengunjung.


(ril)

×
Berita Terbaru Update