Akibat Pandemi Covid-19, Museum Adityawarman Padang Sepi Pengunjung

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 28 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.182 228 27.470 644
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Akibat Pandemi Covid-19, Museum Adityawarman Padang Sepi Pengunjung

Senin, 22 Februari 2021 | 11:00 WIB Last Updated 2021-02-22T04:00:04Z
Museum Adityawarman Padang. (ist)

MJNews.id - Museum Adityawarman merasakan dampak pandemi Covid-19. Museum yang beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 10, Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, mengalami penurunan kunjungan yang drastis dibandingkan sebelum masa pandemi.


Menurut Kepala Pelayanan dan Edukasi Museum Adityawarman, Vandrowis Darwis, Museum Adityawarman sempat tutup selama 4 bulan dan dibuka kembali setelah hari raya Idul Fitri 2020 dengan tetap menjalankan peraturan protokol kesehatan. Walaupun demikian, hal ini tidak berdampak terhadap banyaknya arus kunjungan ke museum.


Tercatat bahwa data perbandingan kunjungan dari 2 tahun terakhir sangat jauh berbeda, tahun 2018- 2019 kunjungan museum mencapai angka 180.000 orang per tahunnya, sedangkan untuk tahun 2020 hingga awal tahun 2021 ini arus kunjungan bahkan tidak mencapai separuhnya.


“Pada bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 kita sempat tutup dan dibuka kembali pada bulan Juli setelah hari raya Idul Fitri, bahkan total hanya 17.934 pengunjung saja pada tahun 2020, sedangkan pencapaian terbaik museum ini adalah tahun 2019 yang mencapai 180.000 pengunjung dengan berbagai acara yang kita laksanakan di museum,” ujar Vandrowis di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.


Melihat kondisi ini, pihak museum sendiri belum melakukan usaha lebih untuk menarik pengunjung agar datang langsung ke museum, Pihak museum menghindari kerumunan massa yang biasanya datang secara rombongan atau kelompok baik itu kunjungan dalam atau luar negeri.


Pengenalan serta kepedulian masyarakat terhadap Museum Adityawarman dialihkan melalui berbagai kegiatan online yang telah diapresiasi dan diikuti oleh masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia, kegiatan tersebut seperti lomba cerdas cermat via zoom, lomba menggambar desain museum, lomba fotografi. 


Sehubungan dengan sepinya pengunjung, maka pihak museum memanfaatkannya dengan menata kembali kondisimuseum serta membenahi barang-barang koleksi museum,yang total keseluruhannya ada sebanyak 6.242 buah diperoleh dari berbagai usaha diantaranya barang koleksi kategori hibah, sistem ganti rugi dan sistem titipan.


Menurut pernyataan Vandrowis, dalam 2 tahun belakangan ini Museum Adityawarman belum memiliki barang koleksi baru serta masih mengelola barang koleksi lama saja.


Di sisi lain, dalam satu tahun terakhir ini juga museum mengalami kendala berupa kurangnya sumber daya manusia yang mampu mendukung perkembangan museum ke arah yang lebih baik lagi akibat banyaknya karyawan museum yang pensiun dan perhatian pemerintah teralihkan untuk yang lainnya. 


Vandrowis berharap setelah masa pandemi berakhir, Museum Adityawarman dapat bekerjasama dengan berbagai mitrabaik itu media dan pemerintah agar dapat menarik perhatian pengunjung untuk datang kembali ke museum Adityawarman serta menjadikan museum ini sebagai wisata budaya yang utama di Sumatera Barat.


“Museum ini kan konsepnya edukasi budaya ya, saya berharap museum dapat bermitra dengan awak media dan stakeholder terkait agar dapat menghimbau kembali wisatawan untuk berkunjung ke museum setelah pandemi berakhir,” tutur Vandrowis.


(***)

×
Berita Terbaru Update