Jaksa Hadirkan Ahli di Sidang Kasus Dugaan Korupsi Proyek PIP Mentawai

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 7 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.706 249 28.022 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Jaksa Hadirkan Ahli di Sidang Kasus Dugaan Korupsi Proyek PIP Mentawai

Selasa, 02 Februari 2021 | 03:04 WIB Last Updated 2021-02-01T20:48:01Z
Sidang kasus dugaan korupsi proyek PIP Mentawai pada 2018 masuk ke tahap pemeriksaan tiga terdakwa di Pengadilan Tipikor Padang, Senin (1/2/2021). (adi hazwar)

MJNews.id - Sidang dugaan korupsi proyek pembangunan infrastruktur pedesaan di Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai pada 2018 dengan tiga terdakwa tuntas dengan tiga agenda di Pengadilan Tipikor Padang di Jalan By Pass kilometer 23 Padang, Senin (1/2/2021).


Pemeriksaan dua ahli dari inspektorat setempat, Victor Binsar Pandapoton dan Mateus Ropkunen yang turun ke lapangan untuk menghitung kerugian keuangan negara, saksi yang meringankan, Demetrius, petani dan nelayan yang dihadirkan PH terdakwa untuk terdakwa Rahmat Jaya, dan pemeriksaan 3 terdakwa, Rahmat Jaya, mantan Camat Pagai Selatan, PA (pengguna anggaran), Melintas Saleleubaja, PPTK (pejabat pelaksana teknis kegiatan) dan Ekky Eben Ezer, bendahara pengeluaran.


Sidang dipimpin hakim ketua Yose Ana Rosalinda dengan hakim anggota Mhd Takdir dan Zaleka Hutagalung dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riza Ardiansyah, Hendrio Suherman, Eka Lakshmi Fitriani dan Fuad Ar Rahim dari Kejari Kepulauan Mentawai.


“Saya pernah turun ke lapangan untuk memerika proyek PIP di Kecamatan Pagai Selatan Mentawai 2018. Terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp658.854.360 dari 4 paket yang selesai 2019 dan 6 paket yang selesai 2018,” kata Victor Binsar juga dibenarkan ahli Ropkunen.


Sedangkan saksi Demetrus mengaku hanya sebagai petani dan nelayan di desanya, Malakopak. Dia tidak tahu isi kontrak dan pengerjaan proyek itu.


Rahmat Jaya mengaku pada saat itu menjabat sebagai Camat Pagai Selatan dan bertindak selaku pengguna anggaran. Proyek PIP dengan anggaran Rp2 miliar terbagi 40 paket dan dilaksanakan dengan sistem swakelola. Sebanyak 36 paket selesai 2018 dan 4 paket lagi 2019. Sedangkan Melindas mengaku sebagai PPTK dalam proyek yang didanai APBD Mentawai 2018 tersebut . Dia juga bertindak sebagai ketua tim pendamping. Melindas mengaku menerima uang proyek Rp25 juta dan sisanya dipegang bendahara. Setiap minggu terdakwa turun ke lapangan.


Menjawab pertanyaan jaksa ke mana sisa uang pembelian semen menurut RAB 9.000 zak dibeli 4.300 zak, terdakwa tidak dapat menjelaskan dengan pasti. “Satu zak semen seharga Rp100 ribu di Mentawai berapa jumlah uang sisa pembelian semen,” kata jaksa.


Sementara terdakwa Ekky mengaku sebagai bendahara proyek PIP itu mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Namun dia mengaku selalu berkoordinasi dengan camat dan PPTK.


Dia juga mengaku menyimpan sisa dana proyek tersebut. Namun ketika ditanya spesifik siapa yang memerintah membuat laporan proyek tersebut oleh jaksa terdakwa Ekky tidak dapat menjelaskan.


Akhirnya, hakim ketua Yose Ana Rosalinda menunda sidang hingga Jumat (5/2) mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU.


(adi) 


loading...

×
Berita Terbaru Update