Jangan Kaget Ya! Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 Naik

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 24 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.837 214 27.119 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Jangan Kaget Ya! Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 Naik

Sabtu, 20 Februari 2021 | 03:00 WIB Last Updated 2021-02-19T20:00:03Z

MJNews.id - Iuran BPJS Kesehatan untuk tahun 2021 mengalami perubahan. Khusus kelas 3, iurannya mengalami kenaikan.


Seperti dirangkum detikcom, Jumat (19/2), iuran BPJS Kesehatan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) naik menjadi Rp35.000 per bulan. Padahal, iuran BPJS Kesehatan sebelumnya adalah Rp25.500 per bulan.


Kenaikan ini terjadi karena pemerintah mengurangi subsidi bantuan. Hal ini tertulis dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 di mana pada dasarnya iuran BPJS kelas 3 sebesar Rp42.000 dan bantuan subsidi sebesar Rp7.000 sehingga cek iuran BPJS kelas 3 adalah Rp35.000


Pengurangan bantuan subsidi dilakukan guna menyesuaikan kebijakan fiskal APBN Tahun Anggaran 2021. Sedangkan, pemerintah tetap membayar penuh iuran BPJS Kesehatan bagi peserta yang masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI).


Pembayaran iuran untuk peserta PBI diberikan pada sekitar 96 juta masyarakat miskin. Dari total iuran Rp42.000, sebesar Rp2.000 hingga Rp2.200 dibayarkan oleh pemerintah daerah (Pemda) Provinsi.


Perubahan iuran BPJS Kesehatan hanya terjadi pada kelas 3. Sementara, iuran BPJS Kesehatan kelas 2 dan kelas 1 tidak mengalami perubahan.


Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan dari Waktu ke Waktu

Bila menilik ke belakang, iuran BPJS Kesehatan sudah beberapa kali mengalami kenaikan tarif. Berikut perjalanan kenaikan iuran BPJS Kesehatan dari waktu ke waktu yang dirangkum detikcom:


2014

Sebagaimana diketahui, BPJS Kesehatan baru mulai beroperasi pada 1 Januari 2014, sebagai transformasi dari PT Askes (Persero). Iuran BPJS Kesehatan saat itu diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 111 Tahun 2013.


Besaran iuran untuk Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta bukan Pekerja yang diatur dalam Perpres tersebut sebagai berikut:

a. Sebesar Rp25.500 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.

b. Sebesar Rp42.500 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.

c. Sebesar Rp59.500 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.


Sedangkan, untuk peserta PBI besaran iurannya adalah Rp19.225 per orang per bulan.


2016

Pemerintah melakukan penyesuaian iuran BPJS Kesehatan dengan menerbitkan Perpres No. 19 Tahun 2016. Besaran iuran untuk eserta PBPU dan peserta bukan pekerja yang diatur dalam Perpres tersebut sebagai berikut:

a. Sebesar Rp30.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.

b. Sebesar Rp51.000 per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.

c. Sebesar Rp80.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.


Ketentuan besaran iuran untuk peserta PBPU dan peserta bukan pekerja ini mulai berlaku 1 April 2016.


Sedangkan, untuk peserta PBI kenaikan iurannya berlaku lebih dulu yakni mulai 1 Januari 2016 menjadi sebesar Rp23.000 per orang per bulan.


2018

Perubahan saat itu ditetapkan melalui Perpres No. 82 Tahun 2018. Namun, memang besarannya tak banyak yang berubah dari iuran sebelumnya. Berikut rincian besaran iurannya:

Iuran bagi Peserta PBPU dan Peserta BP yaitu sebesar:

a. Iuran bagi peserta PBPU dan BP sebesar Rp25.500 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III

b. Iuran bagi peserta PBPU dan BP sebesar Rp5l.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II

c. Iuran bagi peserta PBPU dan BP sebesar Rp80.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.


Sedangkan, untuk peserta PBI iurannya tetap Rp23.000 per orang per bulan.


2019

Di tahun ini, iuran BPJS Kesehatan kembali mengalami penyesuaian yang diatur dalam Perpres No. 75 Tahun 2019. Tak tanggung-tanggung, pemerintah sampai menaikkan iuran BPJS Kesehatan hingga 100% untuk semua kelas mulai dari PBPU, peserta bukan pekerja maupun peserta penerima bantuan iuran (PBI).


Pada saat itu, pemerintah menetapkan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) mencapai Rp160.000 per orang per bulan di kelas I, angka ini naik 100% jika dibandingkan iuran sebelumnya sebesar Rp80.000 per orang per bulan.


Untuk kelas II naik 115% menjadi Rp 110.000 per orang per bulan dari yang sebelumnya Rp51.000 per orang per bulan.


Sedangkan untuk kelas III naik 64,70% menjadi Rp42.000 per orang per bulan dari yang sebelumnya hanya Rp25.500 per orang per bulan.


Iuran kelas III peserta mandiri ini besarannya sama dengan yang dibayarkan pemerintah untuk peserta PBI yang jumlahnya sekitar 133,5 juta orang yang berasal dari pemerintah pusat sebanyak 96,5 juta orang dan daerah sebanyak 37 juta orang.


Iuran ini mulai berlaku pada 1 Januari 2020, namun tidak lama implementasinya ada yang menggugat Perpres 75 Tahun 2019 ke MA, mereka adalah Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI). Hasilnya MA membatalkan penyesuaian iuran BPJS Kesehatan dan besaran iuran yang berlaku mengacu pada Perpres Nomor 82 Tahun 2018.


Keputusan MA yang membatalkan penyesuaian itu terjadi pada awal Maret 2020 yang tertuang pada Putusan MA Nomor 7 P/HUM/2020. Dalam putusan itu pemerintah juga diberikan waktu selama 90 hari ke depan untuk menganulir penyesuaian iuran yang sudah dilakukan sejak awal tahun 2020.


2020

Tak berselang lama dari menjalankan putusan MA tersebut, pemerintah kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Kali ini besarannya hanya sekitar 85,18% sampai 96,07%.


Keputusan itu tertuang pada Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Dalam beleid ini, iuran untuk kelas I peserta mandiri atau PBPU dan BP menjadi Rp150.000 per orang per bulan atau naik 85,18%, kelas II menjadi Rp100.000 per orang per bulan atau naik 96,07%, sedangkan kelas III sebesar Rp42.000 per orang per bulan atau naik 64,70% namun dengan catatan, iuran sebesar Rp16.500-nya dibayarkan oleh pemerintah pusat. Jadi yang dibayarkan hanya Rp25.500.


2021

Pada dasarnya besar iuran untuk para peserta sama saja dengan tahun sebelumnya. Adapun yang naik hanya untuk peserta kelas III saja. Aturan yang mengatur kenaikan iuran peserta kelas III ini pun masih sama yakni Perpres Nomor 64 Tahun 2020 dan baru berlaku per 1 Januari 2021.


Iuran BPJS Kesehatan Mengacu Perpres 64 Tahun 2020:

Kelas 1 Rp 150.000 per orang

Kelas 2 Rp 100.000 per orang

Kelas 3 Rp 35.000 per orang


(*/dtc)

×
Berita Terbaru Update