Perkara Tindakan Kekerasan Terhadap Didi Cahyadi Ningrat, Begini Penjelasan Kapolres Sijunjung

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Perkara Tindakan Kekerasan Terhadap Didi Cahyadi Ningrat, Begini Penjelasan Kapolres Sijunjung

Sabtu, 20 Februari 2021 | 08:00 WIB Last Updated 2021-02-20T01:00:00Z
Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan.

MJNews.id - Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan, SIK, MH menjelaskan proses penyidikan perkara tindakan pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang dilaporkan Didi Cahyadi Ningrat sebagai korban. 


“Setiap ada laporan dan pengaduan yang masuk ke Polres, selalu kami proses sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku. Tidak ada yang diabaikan atau didiamkan. Begitu juga perkara tindakan pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang dilaporkan Didi Cahyadi Ningrat, telah kami proses sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku. Namun proses perkara itu belum tuntas, karena berita acara rekonstruksi versi korban dan para saksi belum ditandatangani Didi Cahyadi Ningrat dan saksi, dengan alasan masih ada tambahan serta perubahan rekonstruksi,” kata Kapolres kepada wartawan, Jumat (19/2/2021), di aula Mapolres.


Ketika memberi penjelasan itu, Kapolres didampingi Kasubag Humas AKP Nasrul Nurdin, Kanit Reserse Umum Ipda Ihsan Ansari dan Kanit II Tindak Pidana Tertentu Bripka Sepman Hadi.


Kapolres menjelaskan lebih rinci, sebagaimana dilaporkan Didi Cahyadi Ningrat, pada Minggu (10/5/2020) sekitar pukul 18.30 WIB, bertempat di warung depan SPBU Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru, telah terjadi tindakan pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang diduga dilakukan oleh tersangka Apriadi bersama Jendes Firmanda, terhadap korban Didi Cahyadi Ningrat.


Menyikapi laporan itu, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap korban Didi Cahyadi Ningrat, memeriksa 12 orang saksi dan menyita barang bukti berupa surat visum et repertum dari Puskesmas Kamang Baru.


Setelah itu, pada 9 Juni 2020 penyidik melakukan gelar perkara peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan serta gelar perkara penetapan tersangka Apriadi dan Jendes Firmanda pada 20 Juli 2020. Kelanjutan dari penetapan tersangka, keduanya diperiksa pada 19 dan 25 Agustus 2020, kata Kapolres.


Dalam proses penyidikan perkara tindakan pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum ini, penyidik menyerahkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan (SP2HP) sebanyak lima kali kepada pelapor, Didi Cahyadi Ningrat, yaitu pada 14 Mei 2020, 22 Juni, 8 Juli, 14 September dan 26 Desember 2020.


Selain itu, penyidik telah menyerahkan berkas perkara kepada Kejaksaan Negeri Sijunjung, pada 10 September 2020, 24 November 2020 dan 7 Januari 2021. Namun berkas yang diserahkan dinyatakan P18 dengan lampiran P19 oleh kejaksaan. Artinya berkas yang diserahkan belum lengkap, karena berita acara rekontruksi versi korban dan para saksi belum ditandatangani Didi Cahyadi Ningrat dan saksi.


“Supaya berkas perkara lengkap, melalui SP2HP dan Whats App, penyidik sudah berulangkali meminta Didi Cahyadi Ningrat untuk datang ke Polres Sijunjung, membuat, merubah dan menambah berita acara rekontruksi versi dia, sekaligus menandatanganinya. Namun Didi Cahyadi Ningrat tidak pernah datang sampai sekarang, dengan alasan sibuk,” jelas Kapolres Andry Kurniawan.


(nr/def)

×
Berita Terbaru Update