Strategi Penilaian Startup Kunci Modal Ventura Siap Berinvestasi

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Strategi Penilaian Startup Kunci Modal Ventura Siap Berinvestasi

Minggu, 21 Februari 2021 | 03:20 WIB Last Updated 2021-02-21T19:02:02Z
Andreas Surya, Wakil Sekjen Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) dalam Program Amvesindo Institute 2.

MJNews.id - Pesatnya pertumbuhan startup di Indonesia menjadi kesempatan bagi Perusahaan Modal Ventura (PMV) untuk mengeksplor peluang investasi. Jika dilihat dari perspektif startup, pertumbuhan ini seakan meningkatkan daya saing dalam berburu pendanaan dari investor. 


Hal itu dikatakan Andreas Surya, Wakil Sekjen Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) dalam Program Amvesindo Institute 2 “Strategi dan Teknik Menilai Kelayakan Startup” yang digelar secara virtual, beberapa waktu lalu.


"Pandemi turut menjadi pembelajaran sekaligus filter bagi investor dalam mengamati ketangguhan bisnis di market. Strategi dan teknik penilaian yang cermat kemudian menjadi kunci investor dalam memilih tujuan investasi," katanya.


Asosiasinya pun berpendapat, setiap startup memiliki potensi risiko dan reward masing-masing. 


“Tidak semua bisnis yang tergolong investable pasti menjadi tujuan investasi PMV. Investor cenderung sudah punya target yang spesifik, dan kini semakin mencari inovasi yang mampu berdampak bahkan merubah selera dan perilaku masyarakat,” kata Andreas.


Lebih lanjut menurut Andreas, PMV umumnya sudah memiliki mindset dalam mencari startup. Yaitu, bisnis model harus scalable, dimana startup dapat meningkatkan cakupan bisnis dengan baik tanpa disertai peningkatan biaya yang tinggi, kemudian repeatable, bisnis tidak hanya berjalan dalam satu siklus tertentu, dan terakhir hyper-growth yaitu mampu menunjukkan pertumbuhan yang super cepat.


Selain itu, dia juga menyebut juga soal aspek penilaian kelayakan startup lewat 4P, yaitu pendiri, pasar, produk, dan performa.


Bermula dari mindset tersebut, investor kemudian merumuskan aspek penilaian dan uji kelayakan terhadap startup dengan komprehensif. Pertama, menilai pendiri dan kapabilitas dan passion mereka dalam menjalankan startup ini. Biasanya PMV akan melakukan background check dari founders terkait kinerja dan pengalaman mereka. Aspek ini sangat krusial dalam menilai startup tahap awal, karena pendiri menjadi risiko sekaligus faktor pendukung terbesar bagi suksesnya startup meluncur ke depannya.


“Karena tahap ini sangat subjektif, setidaknya ada tiga tahapan riset yang bisa dilakukan investor untuk aspek ini, pertama, lakukan studi internal seperti desk study tentang lanskap industri dan market untuk mengukur apakah founders mampu bersaing di battlefield ini. Lalu, perbanyak interaksi langsung dengan founders, klarifikasi dari informasi yang kita terima, lihat produknya, lihat customer journey-nya, prosedur internalnya, lalu terakhir, sempatkan untuk reference check ke rekan bisnis, investor terdahulu, dan karyawan sebelumnya dari founders tersebut. Selalu ada celah untuk ditelusuri,” terang Andreas.


Kedua adalah menilai pasar atau market sizing, apakah potensi pasarnya besar, mampu berkembang, serta timing pasar yang tepat. Ketiga adalah menilai produk, produk yang ditawarkan harus memiliki unique value proposition (USP) yang jelas serta diferensiasi dengan kompetitor. 


"Terakhir, investor akan menilai performa operasional dan finansial. Di tahap ini, PMV semakin kritis terhadap kemampuan eksekusi startup, mulai dari laporan keuangan historis, proyeksi, unit ekonomi atau struktur biaya, dan potensi profitabilitas. Potensi startup untuk exit juga menjadi faktor pertimbangan investasi," pungkasnya.


(***)

×
Berita Terbaru Update