Badan Pengelola Warisan Tambang Batubara Ombilin Bakal Dibentuk

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.933 375 31.678 741
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Badan Pengelola Warisan Tambang Batubara Ombilin Bakal Dibentuk

Senin, 08 Maret 2021 | 15:01 WIB Last Updated 2021-03-08T08:01:06Z
Walikota Sawahlunto, Deri Asta

MJNews.id - Pemerintah pusat akan bentuk Badan Layanan Umum yang mengelola peninggalan Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto atau Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS). Badan Layanan Umum (BLU) yang mengelola Warisan Dunia Unesco, direncanakan dibentuk di 2022. 


"Upaya kita tak sia-sia hingga menyurati presiden, akhirnya pemerintah pusat akan membentuk BLU yang akan mengelola Warisan Dunia Unesco ini. Kepastian ini kita peroleh dari Sekretaris Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Fitra Arda," kata Walikota Sawahlunto Deri Asta, Sabtu (6/3/2021).


Dikatakannya, Badan Layanan Umum yang direncanakan dibentuk di 2022, tak hanya untuk peninggalan Tambang Batubara Ombilin juga untuk situs Warisan Dunia, Unesco lainnya. 


Dikemukakan walikota, empat warisan dunia lainnya yang bersamaan dengan OCMHS dibentuk Badan Layanan Umum adalah situs Lanskap Budaya Bali, Situs Manusia Purba Sangiran dan Candi Prambanan dan Candi Borobudur. 


"Kita harus bergerak cepat menindak lanjuti langkah-langkah yang harus dilakukan menjelang dibentuk Badan Layanan Umum dengan membentuk kantor unit atau kelompok kerja," ujar Deri. 


Lebih jauh dikemukakannya, kantor unit atau kelompok kerja di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat selaku penanggung jawab di bidang konservasi situs Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.


Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Sawahlunto, Rahmat Gino Sea Games menjelaskan, di Pemko Sawahlunto sudah sejak Juni 2020 sudah dibentuk tim pengelola OCMHS. 


"Dibentuknya tim pengelola warisan dunia itu di lingkungan area Sawahlunto, bentuk serius pemerintah kota ini. Tim ini melibatkan semua yang berkaitan diantaranya pemilik aset warisan dunia itu," ujar Gino. 


Dijelaskan Gino, pemilik aset warisan dunia dan pihak berkaitan itu, pihak Pemerintah Kota Sawahlunto, PT Bukit Asam Tbk, PT Kereta Api Indonesia, PT Pegadaian, paguyuban, LKAAM, Bundo Kanduang, Yayasan Prayoga dan Stasi Gereja Santa Barbara.


(*/rfd)


loading...



×
Berita Terbaru Update